Rabu, 13 Maret 2013

Video Games - Lana Del Rey

Diposting oleh anindita di 13.51 0 komentar
Swinging in the backyard
Pull up in your fast car
Whistling my name
Open up a beer
And you say, "Get over here
And play a video game."

I'm in his favorite sun dress
Watching me get undressed
Take that body downtown
I say, "You the bestest."
Lean in for a big kiss
Put his favorite perfume on

Go play a video game

It's you, it's you, it's all for you
Everything I do
I tell you all the time
Heaven is a place on earth with you
Tell me all the things you want to do
I heard that you like the bad girls
Honey, is that true?
It's better than I ever even knew
They say that the world was built for two
Only worth living if somebody is loving you
Baby, now you do

Singing in the old bars
Swinging with the old stars
Living for the fame
Kissing in the blue dark
Playing pool and wild darts
Video games

He holds me in his big arms
Drunk and I am seeing stars
This is all I think of
Watching all our friends fall
In and out of Old Paul's
This is my idea of fun
Playing video games

It's you, it's you, it's all for you
Everything I do
I tell you all the time
Heaven is a place on earth with you
Tell me all the things you want to do
I heard that you like the bad girls
Honey, is that true?
It's better than I ever even knew
They say that the world was built for two
Only worth living if somebody is loving you
Baby, now you do





First of all, it's not even a new song and Lana Del Rey has been in music industry since 2005. I first listened to this song quite some time ago, not long after Born to Die (the album) was released but I didn't pay that much attention - honestly until the past week. I only managed to catch Video Games, Blue Jeans, and Born to Die (the song) - maybe because I am particularly interested in anything sung in husky lower voice and gloomy/apocalypse ambience, but for the past week, Video Games haunts me the most.



It may happen because of how strangely engrossing melodies that she renders. This song depicts female vulnerability and naivete that make you almost weep, unapologetically delicate tale of infatuation that closely wraps her sadness and desperation. I am not sure contentment is what she feels at the moment, as the boyfriend here looks incapacitated and insolent (let's see, this guy doesn't even pay attention to details as much as she does), but she nonetheless keeps on clinging. 

It's like a hidden depression of what looks like regular dating - and it makes you kinda sad. Intimidating and sad. Lana Del Rey indeed does a very good job to meticulously interpret her emotions.

Of course I didn't post this in SongMeanings because it will be so lame. 



This kind of emotional love song has always been my weak points. *wiping tears* *hoekk* 


  

Jenis-Jenis Bahan Pembuat Cincin (2)

Diposting oleh anindita di 12.09 0 komentar
Sambungan dari bagian pertama edisi ini..

3. PLATINA

Platina adalah logam berat berwarna putih, bukan emas putih loh ya. Perbedaan mendasarnya dari emas, ketika digunakan sebagai perhiasan ia seringkali dalam bentuk hampir murni (95%). Platina bertahan sangat lama dan warnanya juga putih alami, jadi tidak perlu dilapisi rhodium seperti emas. Kalau dijadikan cincin, umumnya bakal terasa lebih berat dibanding cincin dari emas. Dalam keadaan darurat juga masih bisa dipotong atau disingkirkan dari jari. Duh, ideal banget ya dijadikan perhiasan? Sayangnyaaaaa...harga platina jauh lebih mahal dibanding emas. Belum lagi karena dia mesti dalam keadaan hampir murni yah, kalo dihitung-hitung mungkin paling murah cincin platina bakal menghabiskan 2-3x biaya cincin emas 18 karat. 

4. TUNGSTEN

Tungsten karbida, atau wolfram, adalah logam yang sangat kuat, keras, tahan lama, dan paling tahan goresan. Tungsten harganya kurang lebih sama dengan titanium, dan lebih murah dibanding emas atau platina. Warnanya putih keabu-abuan, hampir mirip dengan emas putih atau titanium. Nah, kelebihan utama mereka yang tahan goresan membuat tungsten juga cocok dijadikan cincin. Belum lagi cincin tungsten juga bakal terus berkilau secara permanen loh, artinya tanpa perlu dilapisin, disemir, atau diapa-apain mereka mengkilap dan keliatan baru terus. Cincin tungsten juga agak berat, sehingga terasa lebih solid dan mungkin kebanyakan pria bakal suka model yang begini. 


Kelemahannya, tungsten tidak bisa dipotong dan disolder ulang, alias gak bisa di-resize. Otomatis kalau mau pesan model begini jari tangan kita harus diukur betul-betul. Oh iya, cincin tungsten agak sulit dicari di Indonesia, mungkin kelangkaan ini bakal menyebabkan harganya jadi mahal ye (belom ngecek sih).

5. PERAK

Perak murni adalah logam berwarna putih keabu-abuan yang harganya lebih murah dari emas, platina, dan titanium. Perak selain lebih lembut daripada emas, titanium, tungsten, dan platina, juga sangat rentan pada oksidasi. Oksidasi ini yang menyebabkan warna perak memudar atau menghitam. Saking rentannya, banyak hal kecil sehari-hari yang bisa membuat perak memudar: kena telur atau bawang, udara lembab, keringat, disentuh dengan tangan yang masih berminyak, dan lain-lain. Artinya, perak sulit bertahan lama dan butuh perawatan ekstra, makanya perhiasan perak cenderung cuma dikenakan sesekali dan amat tidak direkomendasikan untuk pemakaian sehari-hari alias dalam jangka panjang. Jelas agak enggak cocok buat dijadikan cincin kawin.

6. PALLADIUM

Palladium adalah logam berwarna putih yang bisa jadi alternatif cukup bagus untuk emas putih atau platina. Sama seperti platina, palladium putih alami tanpa dilapisi rhodium dan digunakan dalam bentuk hampir murni (95%); bedanya cuma palladium lebih ringan dan lebih kuat. Harganya juga lebih murah, kurang lebih hampir sama seperti harga emas. Untuk orang-orang yang berkulit sensitif atau alergi, palladium juga bisa diandalkan. Kelebihan lainnya, palladium ini relatif lebih mudah dicari di toko-toko Indonesia. 
 Kekurangannya sihh, palladium lebih sensitif pada perubahan suhu, terutama saat dibentuk, diperbaiki, atau di-resize. Hal ini bisa menyebabkan palladium menjadi lebih rapuh dan memudar kalau sering-sering disolder. Seiring waktu palladium juga mungkin perlu dipoles ulang walalupun biayanya gak bakal semahal pemolesan emas.

Well, demikian edisi bahan-bahan pembuat cincin dari saya. Semoga bermanfaat dan membantu kamu menentukan pilihan! ^^

Sumber:  
http://gilletts.com.au/information.php?info_id=38
http://www.larsonjewelers.com/c-4-palladium-rings.as px?gclid=CJ6YqIKcnZ8CFQoiagodLEbnWQ&
http://www.3rd1000.com/elements/Palladium.htm

Kamis, 07 Maret 2013

Jenis-Jenis Bahan Pembuat Cincin (1)

Diposting oleh anindita di 17.40 1 komentar
Maafkan daku yang begitu lama melanjutkan sesi kedua obrolan kita tentang cincin kawin... Daku keburu dipersunting orang dan keasyikan, hihihihi. *alasan opo iki* Jadii, kalau..ermm..5 bulan lalu saya sempat nulis tentang Tips Memilih Cincin Kawin, kali ini saya akan membahas tentang jenis-jenis bahan pembuatnya :)

1. EMAS

Ini bahan yang sangat umum dan populer karena statusnya sebagai logam mulia. Perlu diingat, untuk alasan religius yang sudah diatur dalam Hadits, pria Muslim dilarang mengenakan perhiasan emas loh ya :)

Biasanya ada 2 hal yang dipertimbangkan dalam memilih emas: karat dan warnanya. Ada cincin yang 9 karat, 14 karat, 18 karat, dan 22 karat. Kok gak ada yang 24 karat? Mari kita kembali ke hukum fisika bahwa emas di kala murni bentuknya amat lembek sehingga sulit untuk dibentuk. Semakin tinggi karat, semakin lembut dia, dan semakin lembut tentu semakin rentan terhadap benturan..apalagi jika harus dipakai sehari-hari. Emas 22 karat pada dasarnya juga masih tergolong terlalu lembut untuk dibentuk dan rentan kerusakan. Untuk dibentuk aja rempong, apalagi kalau dipasangin batu permata yak, pasti bakalan gampang copot. Sekedar info, di Eropa umumnya pilihan cincin cuma sampai 18 karat, tapi di Asia sampai 22 karat. Di Indonesia entah kenapa jadi rancu. Coba deh kita ingat-ingat rumus dasar bahwa 24 karat = 99,9% emas. Jadi kalo 18 karat ya 18/24 x 100% = 75%, dan 22 karat ya 91,67% dong.

Jangan sampai ditipu penjual perhiasan yang ngomong 22 karat = 75%. Ini rugi besar. Di bagian dalam cincin emas asli biasanya tertera kadar persentase; ini yang jadi patokan besaran karat. Make sure you get what you want, pengen yang 22 karat ya jangan mau dikasih yang tulisannya 750 (alias 75% murni), apalagi kalo harganya dihitung 91,67%. Minta digampar banget!!

Balik lagi setelah ngelantur, kekerasan bahan metal diukur lewat skala Vickers. Berdasarkan skala ini, cincin 9 karat lebih sulit bengkok dan sedikit lebih elastis daripada 18 karat. Jatohnya lebih awet, tapi ini sedikit banyak juga bergantung pada konstruksi cincin itu sendiri. Namun demikian, warna dan kemurnian tentu gak bisa bohong, 9 karat pasti kalah kuning karena dicampur dengan bahan logam lain. Harganya juga pasti lebih murah. Sementara 18 karat tergolong komposisi paling ideal karena cukup tahan lama, kuat dikenakan sehari-hari, dan kuat pula untuk menyangga batu permata.

Emas juga tersedia dalam beberapa warna. Paling populer tentu saja emas kuning, lalu emas putih, emas pink (rose gold), dan kadang-kadang ada pula yang berwarna perunggu, merah, dan kuning jeruk. Bisa juga dibuat dua atau tiga lapis warna. Perbedaannya tentu di material komponen pencampurnya, yang harusnya kalo bener dilakuin gak bakal membuat warnanya pudar seiring waktu.
Emas kuning umumnya dicampur dengan tembaga atau seng.
Emas pink umumnya dengan tembaga.
Emas putih umumnya dengan perak atau palladium. Ada pula yang mencampurnya dengan nikel.


2. TITANIUM

Titanium adalah elemen natural terkeras di dunia yang berwarna asli putih-perak-keabu-abuan. Kekerasannya 3 kali lebih tinggi daripada besi dan jauh jauhh lebih keras daripada emas, perak, dan platinum, dan di sisi lain, ringan banget. Titanium murni juga tergolong hypoallergenic alias tidak menimbulkan alergi pada kulit pemakai. Ini yang bikin cincin titanium semakin populer. Kuat, tahan goresan, tahan bengkok, ringan, dan yang lebih penting warna-warna yang dihasilkan cenderung lebih eksotis dari metal lain.

nih, dipakein permata masi cantik kan?
Ngomong-ngomong, saking kerasnya yah titanium ini engga bisa disolder. Jadi kalo pemakai cincin mendadak mengguendooottt dan pingin me-resize cincin, ya sulit banget. Well, bukan berarti gak bisa sama sekali; cincin berbahan titanium murni masih bisa dipotong kalau-kalau ada situasi darurat, tapi kalau titanium yang aircraft grade, terlalu tangguh kayaknya buat diapa-apain.

Di Indonesia cincin titanium ini jarang atau bahkan emang enggak dijual di toko perhiasan karena bukan logam perhiasan. Harganya yang mungkin kelewat murah (dibanding perhiasan ya) membuat mereka bilang cincin begini cuma dijual di toko mainan ^^  Sedih yah, padahal di luar negeri, tingkat kekerasan semacam ini lumayan disukai, pan cincin buat ever after atuh.

(bersambung ke bagian dua

Rabu, 27 Februari 2013

Going Greener!

Diposting oleh anindita di 14.20 0 komentar


Ceritanya, saya sekarang lagi berusaha mengurangi pemakaian bahan kimia dan pengawet dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk dalam resolusi tahun 2013 saya yang baru disadari awal bulan ini hihihi. Panjang sih awal mulanya: saya sempat menyangka saya hamil dan mengingat saya orang yang rada paranoid dan kuatiran, jadilah saya meriset soal muatan apa kira-kira yang terlarang digunakan dan dikonsumsi oleh wanita hamil. Needless to say, I’m sold. Bahkan ketika saya ternyata gak hamil pun, saya pikir mungkin udah saatnya saya berpaling ke produk-produk alami di sekitar, demi masa depan juga kan.
 
Enggak gampang dan beberapa jatohnya lumayan mahal juga sih. Bahan kimia banyak dipakai tentu karena biayanya lebih murah ketimbang mengekstrak dari produk asli. Banyak nih produk yang terpaksa saya singkirkan dan kasih ke temen-temen dan saudara, termasuk SK-II aja gituuu, aiihhh sedihnya, untung yang ini pas udah abis (sengaja banget). Sekedar petunjuk, bahan kimia yang umum digunakan pada produk-produk sehari-hari itu ya: Paraben, Sodium Lauryl Sulfate, Fragrance (pewangi buatan), dan Phthalates. Bisa di-google sendiri keburukannya apa, yang jelas gara-gara pencerahan ini saya jadi menata ulang skincare regime saya.

Membersihkan wajah
:
Oil cleansing method, menggunakan 50% castor oil dan 50% extra virgin olive oil + beberapa tetes lavender essential oil yang katanya bermanfaat buat ngilangin bekas jerawat. Banyak referensi soal ini di blog luar.

Pelembab
:
sempet kepengen L’Occitane sihhh ayaaanngg *lirik suami* hehe, tapi so far masih abisin produk lama dulu, mungkin besok-besok coba merancang campuran sendiri. Minyak zaitun katanya bikin kulit jadi lebih tan, jadi jangan dipake di muka pas siang bolong ye.

Toner
:
air mawar. tentu saja yang asli, tanpa campuran aneh-aneh. ini juga beli di Green Mommy Shop.

Sunblock
:
no idea, masih pake Skin Aqua. Green Mommy Shop dan Devita Skincare jual tapi saya belom berani make dulu, hihi.

Sampo
:
sedang melirik-lirik sampo di Marun Spa dan Utama Spice untuk cadangan, tapi sehari-hari cukup sampoan dengan baking soda dicampur air, lalu dibilas dengan cuka apel + beberapa tetes lavender essential oil 

Kondisioner
:
coconut milk + avocado + honey works as great, they say.

Parfum
:
Pacifica! this product is as cute as BBW and TBS minus phthalates, parabens, and sulfates. again, masi abisin produk lama dulu ya bok, atau dikasih ke siapa nih enaknyaa

Sabun mandi
:
banyak yang produksi sabun lokal dengan kualitas bagus loh, ada Utama Spice Bali, Sensatia, Earth Factory Bali (loveable!! sayang produksinya terbatas dan eksklusif), dan lain-lain. Utamakan yang gak mengandung SLS alias bahan deterjen. 

Pelembab tubuh
:
masi pake minyak zaitun nih biar kayak Agnes Monica. ke depan..errr, another Pacifica maybe? *mintak digampar*

Scrub
:
lemon, kopi, alpukat, gula, dan lain-lain yang bisa dibeli dengan harga murah di pasar. merepotkan tapi namanya juga me time :P sambil nghabisin Lulur Kocok Ratu Mas...

Sebelum keburu menghakimi, tentu saja ini pilihan kita masing-masing yah. Saya melakukan ini juga karena kesadaran diri sendiri dan keinginan untuk hemaaatttt!! Hahahaa. Tapi seriusan deh, mumpung masih muda kulit masih bagus-bagusnya dan seharusnya gak dicecarin terus dengan bahan kimia, yang mungkin bikin penampakan luar cantik jelita tapi organ dalam lama-lama menderita...ceilaaa... Maunya mengutamakan buatan lokal juga ketimbang merek luar, karena kalau tujuannya emang go green, kenapa pula mesti nambahin jejak karbon lagi lewat impor kan? *muka serius di atas mimbar*


Update:
Btw, sampoan dengan baking soda sebenarnya oke. Rambut saya tetap bersih, engga kering kerontang, tapi kalau mau ditelisik lebih lanjut rambut saya emang gak kenapa-kenapa selain RONTOK dari dulu. This method does not irritate nor exaggerate my problem, but doesn’t help anything either. Belum berpikir untuk berpindah ke sampo komersial sih, tapi pencarian saya untuk sampo organik belom berhenti kayaknya...

Senin, 18 Februari 2013

#Monthly Update 3

Diposting oleh anindita di 18.58 0 komentar
Judul seenaknya diganti karena ternyata saya engga bisa nulis dalam periode mingguan. Hahah. 

What's new in this month? Well, the best of all, I got a free ticket to upgrade my education in STAN Bintaro, no need to go to work for two years and still get paid :))  





Cannot be more thankful than now. Especially when I notice that all of a sudden all my wishes come true as soon as I got married. Kebetulan kali yaahhh...tapi kan rezeki gak ada yang namanya kebetulan... Waktu lagi kepengen steak, eh tau-tau menang voucher makan steak, sekarang kepengen kuliah lagi, eh dikasih juga. Oh iya, sempet kepengen medical checkup sama suami yang gak kesampaian mulai dari sebelum merid, dan baru-baru ini malah menang voucher Prodia. Terimakasih buat @Soyjoy_ID!! Alhamdulillah.




Kuliah baru dimulai Mei 2013 nanti, dan senangnya kerasa banget karena sebelomnya saya sebel pas tau pengumumannya diundur.  Harusnya diumumin akhir Januari 2013, lalu muncul berita susulan bahwa pengumuman ditunda sampai akhir Maret 2013. Entah kenapa pas saya lagi buka-buka twitter yang sekarang diblok sama kantor tanggal 14 Januari lalu, muncul update pengumuman kelulusan. Happy happy happy! Akhirnya kita bisa pindah ke kontrakan ya ibu-ibuukkk, setelah 3 bulan lamanya nyewa kosan doang demi jaga-jaga kalo keterima sekolah lagi. Satu lagi yang bikin saya bersyukur berat, kegiatan daftar ulang juga baru dimulai akhir April 2013, artinya rencana kami untuk berlibur ke Malaysia pertengahan April juga masih bisa terlaksana. Yiihhaaaa!

Another news, bos lama saya yang baik hati, cerdas, dan supersibuk akhirnya promosi. A fully deserved one yak, tapi saya agak sedih kok orang seperti dia malah pergi dari kantor ini, huhuhu. Untung penggantinya juga orang yang baik dan tidak terlalu merepotkan proses adaptasi saya. Hahaha, nulis apa sih kok normatif banget gini?? Intinya sih saya bersyukur karena selama berkarir sebagai sekretaris pimpinan saya engga pernah dapat bos yang galak dan bikin males ngantor...jadi opsi sekolah lagi sebagai pelarian atas kehidupan kantor yang tidak menyenangkan sama sekali bukan alasan saya.. Sayangnya berhubung sekretaris yang satu dibawa bos lama pergi, otomatis saya belum punya orang buat menggantikan kerjaan dong. Mudahan cepet ada orangnya, biar saya bisa pergi dengan hati tenang! 

Rabu, 13 Februari 2013

Menjadi Quiz Hunter

Diposting oleh anindita di 10.51 0 komentar
Ngomong-ngomong soal keberuntungan, sebenarnya catatan sejarah kemenangan saya dalam acara yang bersifat santai dan kekeluargaan nihil banget bok. Ikut acara jalan santai, jalan sehat yang hadiahnya bisa sepeda motor sampai DVD player gak pernah menang. Dapet hadiah hiburan payung cantik aja engga pernah. Padahal, saya sangat menanti-nanti momen seperti ini, menunda kepulangan dan harap-harap cemas nomor undian yang saya pegang bakal disebutin.

But when it comes to internet quiz, not much but yes, I won a lot. 

Pertamaks, tanggal 4 Mei 2010 saya ikut kuis di akun twitter @my_supersoccer. Seperti awal mula saya ikut kuis, motivasinya cuma satu: iseng. Tapi beruntungnya saya, follower mereka saat itu masih 3 digit, padahal hadiah yang mereka tawarkan lumayan. Saya juga lupa gimana kok saya bisa ikut follow, yang jelas saya sering mengunjungi website ini lantaran ada streaming highlight Liga Inggris di halamannya.Soal kuisnya cuma menebak apa kira-kira kalimat yang cocok diucapkan para pemain dalam foto yang di-tweet mereka. Tentu aja sangat subjektif yah, tapi again, karena follower-nya dikit dan yang ikut kuis juga mungkin dikit banget, waktu saya kulik orang-orang yang menjawab, emang gak ada tuh yang jawabannya semenarik saya, huahahahaa. Dapat deh training shirt Liverpool bertanda tangan Jamie Carragher. Susah-susah ngambilnya dari kantor ke Kemang siang bolong naik taksi sendirian bolak-balik, huhuhu. Akan saya bingkai selalu di pojok dinding rumah :))
 
31 Agustus 2011 saya menang lagi dari akun yang sama. Luar biasa deh menjelaskan keberuntungan yang ini karena ketika mereka mengadakan kuis, saya lagi di Samarinda dan sinyal 3G jeleknya minta ampun! Mana harus cepet-cepetan menjawab pula! Jadi si akun menyuruh kita menuliskan jersey apa yang kita pengen, dan mereka akan memberikan penjawab pertama jersey pilihannya yang pastinya original duongsss dengan harga 20ribu, hence the hashtag is #BPL20rb. Saya ketinggalan dong pastinyaaa...sinyal busuk begitu. Eh ternyata mereka memenangkan saya juga karena jersey pilihan saya paling beda, I’m the hipster of all that mainstream jersey requests. Jersey Olympique Lyon atas nama Juninho Pernambucano pun saya menangkan dehhhh.

Sayangnya nyarinya ternyata susah. Ngok. Diganti deh sama jersey Lyon yang masih kisaran tahun 2009-an, tanpa nama dan nomor. Dikasihnya setahun kemudian pulak. Agak sebel dan kecewa sih, tapi ya sudahlah.

Berikutnya, saya beberapa kali memenangkan tiket screening film dan goodie bag dari tenant. Semua dari twitter. Sebut saja film One For the Money, Nowhere Man di British Council, Looking for Eric (yang gak bisa didatengin karena hujan deras, hiks), Love The Beast di Jiffest (which i ditched right away because another theatre played The Damned United). Enggak banyak sih, tapi kalo ikut kuis nonton gini dan kira-kira kalo menang saya juga gak bisa dateng yah malas ajah ikutan. Rempong dan nutupin rejeki orang dong.

Dan eng ing enggg, engga nyangka pan akhirnya sayah dapat rejeki dalam bentuk yang lebih besar. Ikutan di website ClozetteDaily.com pada Desember 2012 lalu dan hadiahnya dapet apa sodara-sodaraaaaa!

*ngelap air mata haru*

Rezeki penganten baru ini mah. Agak lama bok hadiahnya baru dikasih dan rada bikin sebel lah karena komunikasinya engga lancar. Soalnya rencananya hadiah poin mau dipake buat belanja keperluan rumah gitu loh. Tapi yang penting dapet malihh. Walaupun saking telatnya pas hadiah uda bisa diklaim saya keburu uda belanja banyak sih. Alhamdulillah yaahhh.

Kemudian 1 Februari 2013, saya menang voucher makan senilai satu juta rupiah di Outback Steakhouse dari kuisnya The Jakarta Globe. Again, kuis di twitter mereka. Heuheueheuuu.. Ortu udah nyaranin supaya vouchernya dijual aja sih, tapi berhubung sayah doyan steak, dan steak mereka kurang terjangkau buat kita, yah mumpung ada rejeki gini kita pakai beneran aja lah. Kurang terjangkau gimana lagi kalau 1 porsi steak + 2 gelas nestea + 1 porsi dessert habis 350 ribu! Hahahaaa, bandinginnya sama obonk sih yaaa..

*potonya kagak kira-kira ya buremnya...sengaja kok hihihi*
Selepas pencapaian-pencapaian ini, saya jadi semakin gigih menapak jalan sebagai quiz hunter. Well, kayaknya kekeluargaan bukan sumber rezeki saya, jalur saya di arena yang penuh keringat, darah, dan tangan yang pegel mencet keypad. Fortune can be trained!

Jumat, 21 Desember 2012

weekly update #2 #3 #4 #5

Diposting oleh anindita di 10.54 0 komentar
shouldn't it be monthly update instead of weekly update? *scoffs*

1. On 22-24 December tomorrow, we're gonna visit our parents in Magelang, go go let's go.

2. Oh, did I tell you I enrolled STAN again? The test was done 2 weeks ago, must say I wasn't very good at preparation but it went well thankfully.. This is something that both of us bet our life on (providing you read the previous weekly update), so all we have to do now is crossing fingers.

3.  I was so excited to know Life of Pi came to town. So I dragged my hubby to the nearest theater and he nodded provided that I'll accompany him to watch 5cm.



4. Life of Pi is cool!! Too bad I watched it in 2D because it was weekend and 3D will cost us a lot (hey we're still in black period). The book is also great by the way, unlike another book-turned-movie, 5 cm, which sucks. In both versions.

5. Okay, this will be a super long story.

So we are on birth control plan, although we're not sure of how long it will be. The rule is when the baby comes, we're all financially and emotionally ready. Probably we are right now, however we still enjoy being only two of us and due to some other stuffs, like colleges and work, this will wait. People can say children have their own luck, but it's still their parents' duty to fulfill their needs, no?

Bla bla blah prologue ends. Two days before enrollment test, I threw up my snack. And my snack is Keripik Karuhun so it left a not-so-good feeling in my throat. I vomitted next to a tree in our way to Hotel Orchardz where my husband was to attend a meeting there. He thought I was having a bout of 'masuk angin' as usual. I insisted it was not, because I never threw up of it in my life. He bought me a hot tea and Tolak Angin and as soon as I entered our room-to-stay... I threw it all up again...

The third time was after dinner. You can tell I was getting weaker, my hubby was getting worried and we took a day off the next day to go to see a doctor. The doctor didn't dare to give me medicine because she was afraid it was a pregnant symptom!! So then we waited, day another day. I bought a few pregnancy test packs and kept my urine almost every morning...

6.   That, turned out to be no, I'm not pregnant. The results are all negative but I still didn't menstruate until a week later.

7.   And it left us confused. Suddenly I realize I want a baby too.....

 

brisk swish and a new day Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos