ehem ehem..
buat yang pernah baca atau sekedar mendengar blog lama saya di multiply, dengan ini saya nyatakan blog tersebut belom ditutup. belom memutuskan mau ditelantarin aja atau kadang-kadang dicolek dikit, tapi sekarang mau coba main dengan akang blogspot dulu, hihihi.
>>kenapa namanya holy red bean?
karena saya suka es kacang merah.
>>lah? teruss??
eh biar gitu mikirnya 2 jam lo. apa coba ide yang lebih baik?
>>kenapa gak xxrismindaxx, xxriscongxx, xxucilxx?
plis yah, i'm already nineteen, time to change my image. miley cyrus aja umur 17 taun uda berani buka-bukaan, masa saya ga boleh buka-buka (blog-baru-tanpa-nama-alay) an juga?
>>kalo brisk swish and a new day? maksutee?
karena tiap bangun pagi saya sering meler, apalagi kalo kipas angin lupa dimatiin, jadi saya rasa brisk swish judul yang bagus untuk menandai bergantinya hari bagi saya. see? dari kejadian sehari-hari bisa muncul ide yang bagus bukan? as long as you can turn it into a more poetic term aja!
>>gak capek ngetik sendiri ngomong sendiri jawab sendiri?
enggak, aku senang kok hidup di duniaku. ya kan tom? *peluk boneka*
>>jalan aja yuk neng (Hugh Jackman sms)
yuk ah bang, mau kemana kita?
wooosshhhh, enough with my stupid imaginary stuff. blog baru! yaaayyy!
Senin, 25 Oktober 2010
Life at 19
Hello, life, it's me Riris...
Sekarang umur saya udah 19 tahun. One more year to adolescence. Kadang-kadang kita baru merasa tertampar dengan keadaan diri sendiri kalo udah dekat-dekat hari ultah. Maksud saya, yak ampun, taun depan umur saya udah kepala dua, uda bisa dikawinin orang cyin! Sementara saya bahkan belum sarjana, kerjaan juga masih gini-gini aja, ilmu pun belum nambah sesuatu yang berarti. Yeap, so little time, so much to do, so much to plan. Juga four years already spent wasted karena tinggi saya gak nambah-nambah sementara konsumsi kalsium saya sudah dinyatakan bagus oleh tukang cek kesehatan. Dan ini berarti berakhir sudah doa dan harapan saya. Saya sudah gak bisa mengonsumsi Hi-Lo Teen lagi, gak bisa curi-curi Boneeto lagi.. buat apa? Toh tinggi badan saya sudah gak bisa diperjuangkan lagi *nangis*
Oh, sisi baiknya ngomong-ngomong, berat badan saya mencapai angka terbaik dan terjaga sampai sekarang. Voila, BMI saya cuma 19,67 dari yang sebelumnya 21an! Sungguh berkah dari-Mu Tuhan, saya janji akan menjaganya mati-matian.
Ngomong-ngomong, di usia 19 tahun ini, tidak banyak berubah sebenarnya. Saya masih suka main FM sampai tengah malam walaupun sekarang cuma pas weekend, saya masih suka karaoke, nonton film, dan pergi ke konser (malah lebih rajin dari sebelumnya), masih suka nonton bola sampai tengah malam juga, saya udah bisa pergi ke tempat-tempat pengisap harta dan masi bisa berderma ke tempat lain juga. Yeah, not much has changed actually, tapi setidaknya saya punya banyak rencana ke depan yang entah kapan baru bisa saya realisasikan. I mean, dulu waktu masi kere saya pengen les gitar, piano, kickboxing, lanjutin taekwondo, renang, fitness, les bahasa Spanyol, jalan-jalan ke New Zealand atau Yunani, at least ke Bali deh (ya Tuhan, saya belum pernah ke Bali!!!!) dan kalo saya cukup rajin berhemat dan gak males, itu bisa aja dilakukan. Di sisi lain, saya ingin sekali menambah ilmu ekonomi saya, sebagaimana tempat saya bekerja, biar saya gak bodoh-bodoh amat, biar saya kalo menganalisa berita atau informasi pakai dasar yang bener dan bukan sekedar insting liar, biar saya keliatan pintar kalo ngomong. Banyak hal ya yang saya inginkan? Well, masih ada hal-hal lain juga sih yang sama penting, saya punya adik-adik yang masih harus dibantu, dan saya juga masih harus memikirkan mau dibawa kemana pendidikan saya ini. Huff, kuliah itu mahal sobat. Kamu baru tau gimana rasanya saat harus membiayainya dengan uangmu sendiri. Yeah, shame on you, orang-orang-yang-6-tahun-gak-lulus-lulus. Dan tetep ya, ego saya masih tinggi, saya udah bertekad pingin masuk universitas bergengsi dan S2 di luar negeri, jadi banyak sekali hal-hal yang harus dipikirkan dari sekarang. Hidup memang memberi kita banyak sekali pertanyaan dan pilihan.
Yah walaupun saya ngomong gitu karaoke juga tetep jalan terus sih.
Dear life, sederhana saja. Saya sedang dalam proses menjalani hidup saya dengan sebaik-baiknya. I know that I'll be doing a lot of mistakes, I know that I'll regret a lot of things here and there, but just so you know, you can't beat me this time. I've told myself time and time again ever since my last birthday, I'll be growing up and be unbeatable. Maybe I can't be any prettier, can't be any skinnier, can't be any taller (sigh), can't be any smarter, but if something hits me hard, I won't just give it a scary look and hit it back, I'll learn how to do a bullet time so I can catch and shove it right to your face.
*scroll up and down*
*oh life, why can't I avoid talking about height and weight? i should've talked about something smarterrrr!
Sekarang umur saya udah 19 tahun. One more year to adolescence. Kadang-kadang kita baru merasa tertampar dengan keadaan diri sendiri kalo udah dekat-dekat hari ultah. Maksud saya, yak ampun, taun depan umur saya udah kepala dua, uda bisa dikawinin orang cyin! Sementara saya bahkan belum sarjana, kerjaan juga masih gini-gini aja, ilmu pun belum nambah sesuatu yang berarti. Yeap, so little time, so much to do, so much to plan. Juga four years already spent wasted karena tinggi saya gak nambah-nambah sementara konsumsi kalsium saya sudah dinyatakan bagus oleh tukang cek kesehatan. Dan ini berarti berakhir sudah doa dan harapan saya. Saya sudah gak bisa mengonsumsi Hi-Lo Teen lagi, gak bisa curi-curi Boneeto lagi.. buat apa? Toh tinggi badan saya sudah gak bisa diperjuangkan lagi *nangis*
Oh, sisi baiknya ngomong-ngomong, berat badan saya mencapai angka terbaik dan terjaga sampai sekarang. Voila, BMI saya cuma 19,67 dari yang sebelumnya 21an! Sungguh berkah dari-Mu Tuhan, saya janji akan menjaganya mati-matian.
Ngomong-ngomong, di usia 19 tahun ini, tidak banyak berubah sebenarnya. Saya masih suka main FM sampai tengah malam walaupun sekarang cuma pas weekend, saya masih suka karaoke, nonton film, dan pergi ke konser (malah lebih rajin dari sebelumnya), masih suka nonton bola sampai tengah malam juga, saya udah bisa pergi ke tempat-tempat pengisap harta dan masi bisa berderma ke tempat lain juga. Yeah, not much has changed actually, tapi setidaknya saya punya banyak rencana ke depan yang entah kapan baru bisa saya realisasikan. I mean, dulu waktu masi kere saya pengen les gitar, piano, kickboxing, lanjutin taekwondo, renang, fitness, les bahasa Spanyol, jalan-jalan ke New Zealand atau Yunani, at least ke Bali deh (ya Tuhan, saya belum pernah ke Bali!!!!) dan kalo saya cukup rajin berhemat dan gak males, itu bisa aja dilakukan. Di sisi lain, saya ingin sekali menambah ilmu ekonomi saya, sebagaimana tempat saya bekerja, biar saya gak bodoh-bodoh amat, biar saya kalo menganalisa berita atau informasi pakai dasar yang bener dan bukan sekedar insting liar, biar saya keliatan pintar kalo ngomong. Banyak hal ya yang saya inginkan? Well, masih ada hal-hal lain juga sih yang sama penting, saya punya adik-adik yang masih harus dibantu, dan saya juga masih harus memikirkan mau dibawa kemana pendidikan saya ini. Huff, kuliah itu mahal sobat. Kamu baru tau gimana rasanya saat harus membiayainya dengan uangmu sendiri. Yeah, shame on you, orang-orang-yang-6-tahun-gak-lulus-lulus. Dan tetep ya, ego saya masih tinggi, saya udah bertekad pingin masuk universitas bergengsi dan S2 di luar negeri, jadi banyak sekali hal-hal yang harus dipikirkan dari sekarang. Hidup memang memberi kita banyak sekali pertanyaan dan pilihan.
Yah walaupun saya ngomong gitu karaoke juga tetep jalan terus sih.
Dear life, sederhana saja. Saya sedang dalam proses menjalani hidup saya dengan sebaik-baiknya. I know that I'll be doing a lot of mistakes, I know that I'll regret a lot of things here and there, but just so you know, you can't beat me this time. I've told myself time and time again ever since my last birthday, I'll be growing up and be unbeatable. Maybe I can't be any prettier, can't be any skinnier, can't be any taller (sigh), can't be any smarter, but if something hits me hard, I won't just give it a scary look and hit it back, I'll learn how to do a bullet time so I can catch and shove it right to your face.
*scroll up and down*
*oh life, why can't I avoid talking about height and weight? i should've talked about something smarterrrr!
Categories
birthday
Jumat, 27 Agustus 2010
kill the boredom
Mood: Bosan setengah mati
Background playing: Modern Blues - Kula Shaker
Seriously guys, to me writing is healing. Dan dalam rangka membunuh perasaan kebosanan yang amat sangat ini saya memutuskan untuk menulis sesuatu. Ah, ide bisa datang dari mana saja teman. As they said, good artists copy, great artists steal, akhirnya saya pun mencomot ide ini dari blog seorang kawan dan menjadikannya bahan posting. Ffff.. I'm bored, okay?
Background playing: Modern Blues - Kula Shaker
Seriously guys, to me writing is healing. Dan dalam rangka membunuh perasaan kebosanan yang amat sangat ini saya memutuskan untuk menulis sesuatu. Ah, ide bisa datang dari mana saja teman. As they said, good artists copy, great artists steal, akhirnya saya pun mencomot ide ini dari blog seorang kawan dan menjadikannya bahan posting. Ffff.. I'm bored, okay?
Here’s the rule :
Use Google Image to search the answers to the questions below. Then you must choose a picture in the first page of results, and post it as your
answer. After that tag 7 people.
::the age of next birthday::
ooh yeah, tahun ini saya akan berusia 19 tahun..means that i have a year counting to adolescence. if you ask how it affects me and my social life, i tell you that i just don't feel like i'm 18 at all. i only know that i've been pathetically old, because i have stable jobs and lots of money, can go wherever i want to, and i can buy and do almost anything i ever dreamed of when i was a child. yes, it feels so empty.
::place i’d like to travel::
it should be 'a place' but i can't stand to write 'places'. i am so into traveling to exotic locations, i love mountains, green scenery, ancient buildings, tiny islands, oceans, and lots of things that offer you beauty and serenity of itself. that's why, i choose Greece, New Zealand, and Morocco (pictures in order). Greece for its architectures, New Zealand for its beautiful scenery, and Morocco for its ambience of desert country. i don't count Indonesian regions as i am planning to explore all of them, so I better write another locations in which I still can't afford yet. oh yeah, i am willing to save money just to visit the three countries!
::a favourite place(s)::
my house in Samarinda has a not-so-big terrace full of pots and plants. i used to spend my times studying there, reading books, or only sleeping. i'm not quite fond of gardening as my parents are, but i do love being in the garden. when i have my own house i'm gonna have a garden, even if it's only in the form of narrow terrace with many pots, it must have chairs and fish pond there.
::a favourite food(s)::
::a favourite food(s)::
kalau Ibu saya bikin soto Lamongan, saya bisa menghabiskan 2-4 mangkok sekali makan. kayaknya itu cukup menggambarkan betapa sukanya saya. dan biasanya Ibu saya cuma bikin di saat-saat tertentu, hari raya, syukuran, ulang tahun, perayaan, dan semacamnya. mudiknya saya juga termasuk perayaan tentunya.
::a hobby::
that's not something new, i like traveling and reading. as for reading, i could finish a 300-pages book within two days or less, and move on to the next one. but now since i am working i find it rather hard to do, whereas my job makes me involved in so many writings and numbers and i lose interest in reading books. instead i enjoy myself doing a lot of traveling to many places. oh, and i do it with my own money, i never go to some place funded by my office and really consider it as an exciting trip. i mean, if you think a 4-star hotel room is very important then the trip must come to no avail because there's nothing special in it. except the honeymoon for we can take a different view.
::nickname i had::
who's Duma Riris Silalahi anyway? is she cooler than me? *sniffs* when i google my nickname, there's a bunch of pictures of her and alay girls showing up and i REALLY don't want to associate my name with those. here's the cake as the replacement!
P.S. i don't cheat, the cake is found in the search results.
::a favourite color(s)::
::a favourite music::
i am into garage rock. but i don't draw a line as i find political punk, rock, psychedelic, pop, and mod good too. depends on the mood indeed.
::a bad habit::
::my wish list::
don't you want it too bad? :)
hah, ternyata selama saya mengerjakan postingan ini, kerjaan justru berdatangan, jadilah detil yang saya harap bakal tertulis jadi gak jelas. i don't tag any people for this, if you want to write, just do it.
Categories
list,
travelling
Kamis, 26 Agustus 2010
Football Manager 2009
Akhir-akhir ini saya tergila-gila dengan game Football Manager 2009. Bukan tergila-gila lagi deng, mainnya udah bener-bener lupa waktu. Ehehe, entah kenapa saya suka sekali model permainan seperti ini, merancang taktik dan mencari pemain-pemain berkualitas, selain juga karena koordinasi tangan dan pikiran saya kurang bagus sehingga tidak memungkinkan saya memainkan PES dengan baik dan benar. Pertama kali saya main gim ini adalah waktu SMP, dan terus berlanjut sampe SMA, lalu vakum kurang lebih 4 tahun. Nah, jadi ketika akhirnya saya membeli laptop pertama saya dengan duit rapelan yang tertunda beberapa tahun lamanya *harus disebut detil*, game ini langsung saya uber di toko software terdekat! Kangeennn!
Ah, tapi sayang mereka kehabisan stok FM 2010. Tapi ya sudahlah, keburu nafsu buat main. Jadi leptop saya praktis cuma dipake buat main FM dan nge-charge iPod doang. Menyedihkan memang, tapi paling tidak saya gak harus main gantian dengan adek lagi kayak dulu, hohoho.
Oh iya, pertama-tama saya melatih Bayern Munich, soalnya pemain muda Jerman kan banyak yang bagus. Baru beberapa pertandingan udah bosan. Kemudian bikin new game dan melatih Liverpool. Bertahan selama dua musim saking concern-nya sama tim ini. Musim pertama menang Liga dan Carling Cup, FA Cup tersingkir di 6th round lawan Arsenal, UCL tersingkir di semi final. Musim kedua baru jalan kurang lebih 10 pertandingan dan mulai agak bosan lagi. Pelajaran paling penting ketika bermain FM adalah, cobalah melatih tim kecil karena melatih tim besar itu terlalu banyak tekanan dan membatasi kreativitasmu. Jadiiii, kini saya bikin new game lagi dan melatih Napoli. Alasan kenapa Napoli adalah tim yang bagus adalah:
1. Mereka punya Marek Hamsik. In case you didn't know, ketika saya melatih Liverpool, Man City membeli pemain ini dengan harga 30 juta pondsterling!! Wuooh, ngiler.
2. Barisan midfielder mereka cukup bagus. Blasi, Gargano, Maggio, Dattolo. Maksud saya, atribut mereka cukup mumpuni untuk bertarung melawan klub besar.
3. Paling tidak mereka lolos UEFA Cup.
Yah sisi jeleknya adalah bujet transfer mereka cuma 8,5 juta. Ihiks, dikit amat. Dan kalau kamu berpikir saya akan menjual Hamsik cuma untuk menambah dana kamu salah besaaarrr. Saya tidak setega ituuuu! *peluk Hamsik erat-erat*
So far baru jalan beberapa bulan di dunia FM (alias 3 hari di dunia nyata) saya menjalaninya. Belum banyak yang bisa direview, ihihihi. Tunggu postingan selanjutnya aja deh.
Ah, tapi sayang mereka kehabisan stok FM 2010. Tapi ya sudahlah, keburu nafsu buat main. Jadi leptop saya praktis cuma dipake buat main FM dan nge-charge iPod doang. Menyedihkan memang, tapi paling tidak saya gak harus main gantian dengan adek lagi kayak dulu, hohoho.
Oh iya, pertama-tama saya melatih Bayern Munich, soalnya pemain muda Jerman kan banyak yang bagus. Baru beberapa pertandingan udah bosan. Kemudian bikin new game dan melatih Liverpool. Bertahan selama dua musim saking concern-nya sama tim ini. Musim pertama menang Liga dan Carling Cup, FA Cup tersingkir di 6th round lawan Arsenal, UCL tersingkir di semi final. Musim kedua baru jalan kurang lebih 10 pertandingan dan mulai agak bosan lagi. Pelajaran paling penting ketika bermain FM adalah, cobalah melatih tim kecil karena melatih tim besar itu terlalu banyak tekanan dan membatasi kreativitasmu. Jadiiii, kini saya bikin new game lagi dan melatih Napoli. Alasan kenapa Napoli adalah tim yang bagus adalah:
1. Mereka punya Marek Hamsik. In case you didn't know, ketika saya melatih Liverpool, Man City membeli pemain ini dengan harga 30 juta pondsterling!! Wuooh, ngiler.
2. Barisan midfielder mereka cukup bagus. Blasi, Gargano, Maggio, Dattolo. Maksud saya, atribut mereka cukup mumpuni untuk bertarung melawan klub besar.
3. Paling tidak mereka lolos UEFA Cup.
Yah sisi jeleknya adalah bujet transfer mereka cuma 8,5 juta. Ihiks, dikit amat. Dan kalau kamu berpikir saya akan menjual Hamsik cuma untuk menambah dana kamu salah besaaarrr. Saya tidak setega ituuuu! *peluk Hamsik erat-erat*
So far baru jalan beberapa bulan di dunia FM (alias 3 hari di dunia nyata) saya menjalaninya. Belum banyak yang bisa direview, ihihihi. Tunggu postingan selanjutnya aja deh.
Categories
game
Rabu, 25 Agustus 2010
lotta things that happen
Well, menulis kalimat "quick update" terasa seolah-olah saya seorang famewhore atau sok seleb. Hmm, entahlah saya kurang sreg dengan kalimat tersebut, jadi judulnya saya ganti sedikit. Pada intinya sih tetap sama, banyak hal yang terjadi belakangan ini, dan ketika saya mau menuliskannya saya keburu dilimpahi dengan banyak kerjaan sehingga akhirnya saya lupa. Saya bagi jadi 2 ajah, hal-hal yang menyenangkan dan hal-hal yang tidak menyenangkan.
Gilak, serius banget ya bahasa saya?
Hal-hal menyenangkan bulan ini:
1. Ikut Prajab. bukan 'akhirnya' ikut prajabnya loh yang menyenangkan, tidak sememprihatinkan itu kok. maksud saya, tadinya saya cuma punya 2 tekad dalam kegiatan diklat ini: terlihat pintar di kelas dan sukses cabut dari asrama buat nonton konser. sederhana sekali, tapi rupanya saya mendapat kelas dan teman-teman yang sangat kompak dan menyenangkan, turun beberapa kilo, dan 2 tekad tadi tercapai dengan mulus..
2. Adek saya keterima di STAN. fuuuuuuhhhh. well, meskipun saya tipe wanita konservatif yang berpendapat PNS-itu-membosankan, ngapain-sih-kamu-ikutan-masuk-STAN?, nilai-IPAmu-lebih-bagus-dari-aku-buat-apa-masuk-akuntansi?, don't-mind-the-money-now-i-can-support-you-to-reach-your-ambition, jadi-laki-laki-harus-berani-mandiri-dimanapun, proaktif nawarin beasiswa luar negeri di sana-sini, ternyata dia tetap milih STAN. kasian yak saya. tapi ya sudahlah, saya tetap menganggap ini hal yang menyenangkan karena dia memperoleh apa yang diinginkan.
3. Nonton Kula Shaker. dan di front row! dan ngeliat langsung Crispian Mills!!
4. Menghemat 50% biaya masuk kuliah. terima kasih Tuhan, paling tidak saya cukup pintar dibandingkan peserta-peserta lain di tes masuk YAI yang ya-Tuhan-kalian-kan-baru-lulus-SMA-tahun-ini! mengingat saya bayar kuliah dari kocek sendiri, penghematan semacam ini tentu saja patut disyukuri!
5. Bisa main Football Manager lagi.
6. Dapat nilai akhir tertinggi di kelas tempat les.
7. Menghabiskan jatah free pass karaoke.
8. Udah beli baju buat Lebaran.
9. Adek saya yang masih umur 9 bulan makin lucu kalo ditelepon. bikin kangen. saya emang kangenan sama bayi dan balita, tar kalo dia uda masuk SD pasti saya gak akan lebay begini.
Hal-hal yang tidak menyenangkan:
1. Sudah hampir 6 bulan, dan belum ada kabar dari oom saya yang hilang. Dan mengingat sebentar lagi Lebaran, rasanya aneh kalo beliau tidak ada di sini.
2. Adek saya masuk STAN. dan melepaskan ilmu komputer? mehhh, saya lebih suka dia masuk teknik geologi atau pertambangan sebenarnya.
3. I spent too much money these days. And too much is just too much, you can't stop regretting about this over and over again.
4. Kacamata saya patah, dan saya harus mengeluarkan duit lagi untuk beli baru.
5. Dapat surat peringatan. Akhirnya. Oh akhirnya.
6. Tukang jemput laundry menyebalkan yang suka membatalkan omongannya sendiri di hari H. Ini menyebalkaaaaan sekali! Cucian sudah luar biasa menumpuk dan saya mulai kepayahan nyuci semuanya sendiri.
Okeee, itu sajalah! Memang lebih banyak hal-hal yang membuat saya bahagia akhir-akhir ini. Dan ngomong-ngomong, saya sedang ingin menyanyikan lagu ini, lumayan untuk menambah semangat.
Sometimes there’s no star shining
Scouting the edge of the universe
Sometimes you can’t see a horizon
Between the ocean and the earth
And just when you were thinking about slinkin’ down
I’m gonna pull you up – I’m gonna pull ya round
May I remind you of that scene?
The spirit is our gasoline
May I remind you of that scene?
We were arms aloft in Aberdeen
May I remind you of that scene?
Let a million mirror balls beam
May I remind you of that scene?
(Arms Aloft - Joe Strummer & The Mescaleros)
Benar-benar posting gak jelas.
Gilak, serius banget ya bahasa saya?
Hal-hal menyenangkan bulan ini:
1. Ikut Prajab. bukan 'akhirnya' ikut prajabnya loh yang menyenangkan, tidak sememprihatinkan itu kok. maksud saya, tadinya saya cuma punya 2 tekad dalam kegiatan diklat ini: terlihat pintar di kelas dan sukses cabut dari asrama buat nonton konser. sederhana sekali, tapi rupanya saya mendapat kelas dan teman-teman yang sangat kompak dan menyenangkan, turun beberapa kilo, dan 2 tekad tadi tercapai dengan mulus..
2. Adek saya keterima di STAN. fuuuuuuhhhh. well, meskipun saya tipe wanita konservatif yang berpendapat PNS-itu-membosankan, ngapain-sih-kamu-ikutan-masuk-STAN?, nilai-IPAmu-lebih-bagus-dari-aku-buat-apa-masuk-akuntansi?, don't-mind-the-money-now-i-can-support-you-to-reach-your-ambition, jadi-laki-laki-harus-berani-mandiri-dimanapun, proaktif nawarin beasiswa luar negeri di sana-sini, ternyata dia tetap milih STAN. kasian yak saya. tapi ya sudahlah, saya tetap menganggap ini hal yang menyenangkan karena dia memperoleh apa yang diinginkan.
3. Nonton Kula Shaker. dan di front row! dan ngeliat langsung Crispian Mills!!
4. Menghemat 50% biaya masuk kuliah. terima kasih Tuhan, paling tidak saya cukup pintar dibandingkan peserta-peserta lain di tes masuk YAI yang ya-Tuhan-kalian-kan-baru-lulus-SMA-tahun-ini! mengingat saya bayar kuliah dari kocek sendiri, penghematan semacam ini tentu saja patut disyukuri!
5. Bisa main Football Manager lagi.
6. Dapat nilai akhir tertinggi di kelas tempat les.
7. Menghabiskan jatah free pass karaoke.
8. Udah beli baju buat Lebaran.
9. Adek saya yang masih umur 9 bulan makin lucu kalo ditelepon. bikin kangen. saya emang kangenan sama bayi dan balita, tar kalo dia uda masuk SD pasti saya gak akan lebay begini.
Hal-hal yang tidak menyenangkan:
1. Sudah hampir 6 bulan, dan belum ada kabar dari oom saya yang hilang. Dan mengingat sebentar lagi Lebaran, rasanya aneh kalo beliau tidak ada di sini.
2. Adek saya masuk STAN. dan melepaskan ilmu komputer? mehhh, saya lebih suka dia masuk teknik geologi atau pertambangan sebenarnya.
3. I spent too much money these days. And too much is just too much, you can't stop regretting about this over and over again.
4. Kacamata saya patah, dan saya harus mengeluarkan duit lagi untuk beli baru.
5. Dapat surat peringatan. Akhirnya. Oh akhirnya.
6. Tukang jemput laundry menyebalkan yang suka membatalkan omongannya sendiri di hari H. Ini menyebalkaaaaan sekali! Cucian sudah luar biasa menumpuk dan saya mulai kepayahan nyuci semuanya sendiri.
Okeee, itu sajalah! Memang lebih banyak hal-hal yang membuat saya bahagia akhir-akhir ini. Dan ngomong-ngomong, saya sedang ingin menyanyikan lagu ini, lumayan untuk menambah semangat.
Sometimes there’s no star shining
Scouting the edge of the universe
Sometimes you can’t see a horizon
Between the ocean and the earth
And just when you were thinking about slinkin’ down
I’m gonna pull you up – I’m gonna pull ya round
May I remind you of that scene?
The spirit is our gasoline
May I remind you of that scene?
We were arms aloft in Aberdeen
May I remind you of that scene?
Let a million mirror balls beam
May I remind you of that scene?
(Arms Aloft - Joe Strummer & The Mescaleros)
Benar-benar posting gak jelas.
Categories
blabs
Kamis, 12 Agustus 2010
Kula Shaker @Lapangan ABC Senayan, 6 Agustus 2010
Yaay, Kula Shaker! Band yang sedari lama saya idolakan akhirnya datang ke Jakarta! Tadinya cuma Ian Brown yang direncanakan datang (dan saya tidak peduli), eh tau-tau pas saya ngecek twitternya om Adib Hidayat pertengahan Juli lalu rupanya acara ditambah dengan menghadirkan Kula Shaker. Tentu saja saya harus datang! Gak peduli deh meskipun pada saat itu saya ada diklat prajab dan besoknya ujian. This chance may come only once in a lifetime, sedangkan prajab..errr..
6 Agustus 2010
Karena tanggal 7-8 Agustus 2010 buat ujian, otomatis tanggal 6 jadi hari terakhir pelajaran dan aktivitas kelas diakhiri jam 14.15. Seperti biasa hari terakhir diisi dengan berfoto-foto dengan seisi kelas yang tanpa terasa memakan waktu sampai jam 4 sore. Tadinya saya gak gitu kuatir, saya langsung siap-siap di dalam kamar asrama, ngemil-ngemil cantik, masukin buku-buku modul ke dalam tas ransel (saya berencana belajar selama perjalanan ke venue, teladan kan?), dan tiba-tiba saja terdengar suara petir menyambar dari balik jendela. Gyaaaa, hujan deras!! Not just a plain boring drizzle but a sick heavy rain!
Dalam kondisi normal saya tentu saja ga akan mau berdiri di tengah hujan semacam itu, tapi pada saat seperti itu yang saya pikirkan adalah: 'gimana nih kalo kena macet di jalan?? senayan kan jauh dari bintaro!' Akhirnya saya gak pake mandi, langsung ganti baju, pake sepatu, jaket, dan payung lucu langsung bergegas ke luar dan nungguin taksi. Perjalanan ke asrama sampe dapat taksi sendiri cuma 10 menitan tapi rasanya lama banget gara-gara jaket saya tipis dan payung saya gampang ketiup angin. Sampai di dalam taksi, baju udah 50% basah, dan karena sepanjang perjalanan saya menggigil kedinginan akhirnya konsentrasi belajar agak menurun (cieh). Sesampainya di venue (Senayan) yang ternyata juga mendung, saya tanya sama petugas kapan gate-nya dibuka: "masih nunggu perintah dari dalam sih mbak, tapi mungkin jam 7an gitu..".
Dalam kondisi normal saya tentu saja ga akan mau berdiri di tengah hujan semacam itu, tapi pada saat seperti itu yang saya pikirkan adalah: 'gimana nih kalo kena macet di jalan?? senayan kan jauh dari bintaro!' Akhirnya saya gak pake mandi, langsung ganti baju, pake sepatu, jaket, dan payung lucu langsung bergegas ke luar dan nungguin taksi. Perjalanan ke asrama sampe dapat taksi sendiri cuma 10 menitan tapi rasanya lama banget gara-gara jaket saya tipis dan payung saya gampang ketiup angin. Sampai di dalam taksi, baju udah 50% basah, dan karena sepanjang perjalanan saya menggigil kedinginan akhirnya konsentrasi belajar agak menurun (cieh). Sesampainya di venue (Senayan) yang ternyata juga mendung, saya tanya sama petugas kapan gate-nya dibuka: "masih nunggu perintah dari dalam sih mbak, tapi mungkin jam 7an gitu..".
Oke, jam masih menunjukkan pukul 5 lebih dikit, mari kita menunggu sambil belajar.
17.30 WIB
Hujan turun deras sekaliii. Beginilah resiko ngadain konser di venue outdoor, saya langsung curiga jadwalnya bakalan molor lama. Nelpon temen dan dia masih di perjalanan. Sebagian orang berteduh di pintu masuk parkir dekat situ sementara saya duduk-duduk berpayung di depan gerbang sendirian sambil ngemil.
18.30 WIB
Masih hujan deras. Teman masih di perjalanan dan terjebak macet. Gerbang belum dibuka. Cemilan udah habis. Belajar? Gile lo, tar bukunya rusak kena hujan.
19.00 WIB
Hujan mulai tinggal gerimis. Teman datang. Gerbang belum dibuka.
20.00 WIB
Gerbang dibuka, dan saya berada di antrian kedua dari depan. Cool, I'm so gonna be in the front row. Habis ini langsung masuk ke barisan penonton.
21.00 WIB
Yep, saya berada tepat di depan mike-nya Crispian Mills. Dan tebak, kru mereka baru saja melakukan check sound! Waw, keren! Ngomong-ngomong kok kaki saya uda pedes ya?
21.30 WIB
Kula Shaker muncul. Seriously sebelum mereka datang saya sempat tertidur kurang lebih 15 menitan sambil duduk dan mencengkeram pagar pembatas. But now that they turned up on stage, my consciousness was elevated and i was on a high again, haha. Crispian Mills tetap terlihat tampan, dan karena saya tepat berada di depannya, saya bisa melihat dengan jelas betapa wajahnya telah menunjukkan tanda-tanda penuaan. Saya ingat jelas waktu pertama kali klip Govinda dan Hush ada di tivi tahun 1996-1998, dia masi muda dan tampan sekali. Kurus, tampan, dan rambutnya bagus. Sekarang, kulit mukanya mengendor, agak berkeriput, tetap kurus dan rambutnya tetap bagus. Yah, agak sedih karena saya harus melihat penyanyi pujaan saya ketika dia sudah menua, tapi menyenangkan sekali karena dia masih sepecicilan dulu di atas panggung. Beberapa kali dia melempar gitar, berbaring di atas panggung, dan tidak lupa menyalakan dupa sebelum tampil.
"that is Harry Broadbent on keyboards.."
Lagu pertama yang dinyanyikan adalah Sound of Drums. Keliatannya lagu ini memang selalu dimainkan di awal setlist. Sehabis lagu ini, Crispian Mills mengganti gitar dan gitarnya tidak bersuara sama sekali. Okay, tadinya saya hampir ikut berteriak "huu" ke promotor dan stage crew tapi rupanya Mills cuma bercanda. Dan ngomong-ngomong soal crowd, baru ini saya merasa agak minder bergabung dengan crowd yang keliatannya rata-rata memang anak britpop/indies/blablabla yang sangat menguasai bidangnya. Tapi pada saat pertunjukan, inilah kerennya, crowd yang segmented seperti ini sangat menghargai artis dan tidak melakukan gerakan-gerakan atau perpindahan tidak perlu seperti di konser lain. Jarang sekali saya merasa begitu aman nonton di space sendiri, terlebih saya di baris paling depan.
Setlist yang bagussss sekali, kecuali lagu "Under The Hammer" dan "True Love" yang saya gak tahu sebelumnya, kesemuanya adalah lagu yang saya suka dan memang saya harap bakal dimainin. Tapi sayang juga gak ada lagu Ruby, Troubadour, Ophelia, Great Dictator. Overall, konser ini sangat mengesankan, Crispian Mills sangat menghibur, suaranya tetap prima, distribusi sound bagus, tapi durasinya kurang lamaaaa. For someone who has waited for over 4 hours sure as hell she expected a much longer show than this, right?? Especially for she spent all the waiting in the pouring rain!
Penampilan Kula Shaker berakhir pukul 22.30, disambung dengan Ian Brown yang katanya baru tampil sejam kemudian. Tujuan saya sejak awal memang cuma nonton Kula Shaker, jadi saya langsung pulang (ada alasan lain tentunya kenapa saya cepat-cepat pulang, hehe).
Oh iya, besoknya saya sakit mata dan benar-benar baru bisa melihat dengan kedua mata pada sore harinya. Karma.
setlist antara lain terdiri dari (gak berurutan): Sound of Drums, Under The Hammer, Modern Blues, Grateful When You're Dead/Jerry Was There, True Love Will Find You In The End, Peter Pan R.I.P, Temple of Everlasting Light, Hush, Hey Dude, Shower Your Love, Mystical Machine Gun, Tattva, Govinda
photos: courtesy of damndemn's album
Oh iya, besoknya saya sakit mata dan benar-benar baru bisa melihat dengan kedua mata pada sore harinya. Karma.
setlist antara lain terdiri dari (gak berurutan): Sound of Drums, Under The Hammer, Modern Blues, Grateful When You're Dead/Jerry Was There, True Love Will Find You In The End, Peter Pan R.I.P, Temple of Everlasting Light, Hush, Hey Dude, Shower Your Love, Mystical Machine Gun, Tattva, Govinda
photos: courtesy of damndemn's album
Categories
konser
Jumat, 23 Juli 2010
My Favorite Albums
25. The Piper At The Gates of Down - Pink Floyd (1967)
dulu saya pernah dengerin radio yang sedang membahas musik-musik tahun 1960-an. kebetulan album ini dibahas. entah apa deh kata mereka, saya terlalu kecil untuk ngerti istilah-istilah yang mereka omongin, cuman pada saat itulah saya pertama kali terekspos sama musik psikedelik. nah di album pertama Pink Floyd mereka mainin musik tersebut, bukan progresif rock kayak sekarang. kebanyakan lagu di sini didominasi instrumentalia yang lumayan bikin saya bertanya-tanya "suara apa sih ini?", tapi yah menurut saya musik-musik begini emang seperti itulah, gak perlu masuk akal tapi seolah-olah memberikan efek terhalusinasi dan membuatmu high..calories in my case. enak sekali mendengarkannya sebelum tidur.
Fave tracks: See Emily Play, Lucifer Sam, Flaming
24. Celebrity - N'Sync (2001)
kontras sekali yak sama album di atas, hihihi. tapi bohong banget kalo kamu hidup di jaman 1990-2000an tanpa mengidolakan satu pun boyband yang ada saat itu. jadi kan ada 2 aliran boyband tuh, mellow dan dance, dan menurut saya cuma N'Sync yang bisa melakukan keduanya dengan baik sekali. kebanyakan boyband eropa kalo nyanyi lagu ballad kesannya menye-menye sekali, sementara N'Sync terdengar pas banget, masi ada macho-machonya. apalagi koreografi dance mereka menarik hati dan sangat menggoda untuk ditiru.
Fave tracks: Gone, Falling, Tell Me Tell Me Baby
23. Ten - Pearl Jam (1991)
butuh waktu lama buat saya untuk tau kalo ini album yang bagus. kalo ga salah saya baru denger pas uda masuk jaman Riot Act, jadinya saya kira pearl jam sejenis band-band post-grunge lainnya, hahaha. tapi kayak perbedaan barang ori dan bajakan, pearl jam jauh dan jauh banget kualitasnya dibanding yang lain. i don't know how to describe it using any musical references, but somehow that's what differentiates them from the others, they know how to put emotions into songs and sound it as it is.
Fave tracks: Black, Even Flow, Jeremy
22. The Datsuns - The Datsuns (2002)
baru tau band ini sekitar tahun 2009-an, tepatnya di album Headstunts yang ternyata album keempat mereka. ha! kadang-kadang saya menarik kesimpulan seenaknya kalau album keempat dari sebuah band rata-rata berkualitas baik, trus baru deh saya mencari album pertamanya. eh ternyata bagusan ini malah. mungkin kedengaran setipe dengan The Hives dan temen-temennya, tapi The Datsuns terdengar lebih ringan dan ceria.
Fave tracks: MF From Hell, Harmonic Generator, In Love, Sittin' Pretty
21. Deja Entendu - Brand New (2003)
kalo saya boleh menggunakan istilah 'emo' saat ini, saya ingin menggunakannya sebagai 'brand new adalah band emo yang bagus, lyrically dan musically'. mereka keluar barengan dengan band-band kayak taking back sunday, finch, matchbook romance, dashboard confessional, senses fail, dll sehingga seolah-olah setipe, tapi cuma brand new yang meninggalkan kesan lebih dalam. kalo disejajarkan dengan film, mereka adalah film-filmnya drew barrymore dan brand new adalah film dramanya james mcavoy (meski tanpa personel ganteng). kebanyakan lagunya kalem meskipun ada beberapa lagu yang punya scream di sana-sini, tapi saya rasa gak mengurangi esensi emosional lagunya sendiri.. and have i mentioned 'emo' before?
Fave tracks: Sic Transit Gloria, The Quiet Things, The Boy Who Blocked His Own Shot
20. The Wall - Pink Floyd (1979)
pertama kalinya saya tau yang namanya concept album ya di album ini, gak lama sebelum American Idiot rilis, so I wondered why my friends were all surprised on the storyline and characters thingy in making music. I don't really get their 3 (or maybe 4?) previous concept albums, hence I regard this one is a lot better. Dan waktu denger album ini kaget juga karena saya taunya aliran Pink Floyd itu kan gak gini. Tapi ternyata The Wall bagus banget. Simply classic. Ada 4 side di album ini (yep, double albums) yang mewakili storyline masing-masing, dan favorit saya ada di side ketiga.Fave tracks: Hey You, Comfortably Numb, Happiest Days of Our Lives
19. The Best of L'Arc~en~Ciel 1998-2000 - L'Arc~en~Ciel (2003)
Laruku punya beberapa album kompilasi dan album ini yang menurut saya paling enak didenger. I was like adoring them back then, sebelum kemudian selera saya berganti. they're playing something like Japanese alternative rock, sometimes blend pop and progressive but still got catchy tunes. that's why they have massive fans out there. I think most people who are into Japanese music will catch this one, just my opinion.
Fave tracks: Pieces, Finale, Kasou
18. The Used - The Used (2002)just another post-hardcore/screamo band, really, tanpa ada penjelasan panjang lebar. saya juga ga peduli orang mau bilang band ini ga bagus-bagus amat, hahah. i just find all of their tracks mostly enjoyable and catchy, dan memang sih suara vokalisnya kadang-kadang terasa mengganggu tapi albumnya masih bisa dinikmati ketika kita sedang depresi dan butuh hiburan instan tanpa harus diributkan soal kualitas. lagian, ketika kamu sedang berada di tempat karaoke, selain lagu-lagu ala diva kan emang paling enak nyanyi lagu model begini, tidak perlu mengatur nada yang njelimet, cukup siapkan napas yang panjang untuk teriak sepuasnya.
Fave tracks: Poetic Tragedy, Bulimic, Taste of Ink
17. Siren Song of the Counter Culture - Rise Against (2004)
kalo saya bisa memilih satu album untuk ber-headbanging, saya akan pilih album ini. kesemuanya benar-benar bernuansa seperti itu. i don't know much about themes of their lyrics, tapi mengingat personil band ini semuanya vegetarian, straight edge, dan suporter PETA, how much do you need to know? tapi emang agak aneh mendengarkan band seperti ini menyanyikan lagu-lagu bertemakan romantisme, ada beberapa lagu disini yang seperti itu dan terasa janggal di kuping saya. lagu yang saya tau klipnya cuma Give It All, itupun gara-gara ada di inul vizta. what i mean is, it's interesting to know how they depict the nighttime revolt led by white collar workers, saya jadi gak merasa bersalah karena bersimpati pada Anti-Flag.
Fave tracks: Dancing For Rain, Give It All, Paper Wings
16. So Long Astoria - The Ataris (2003)
tau band ini sejak lagu Boys of Summer, dan langsung suka. jadi gak tega pas tau kalo mereka benci banget lagu itu. bisa dibilang saya baru dengerin keseluruhan album ini tak lama sebelum *cough* menonton konsernya *cough* (saya suka menekankan frase ini pada seseorang) taun 2009 kemaren. ha! i would really adore this band if only i had been introduced to them years ago. i mean, i could imagine myself doing that, in school uniforms, ngejar-ngejar Kris Roe di Bandung dan ngajak foto bareng. kyaaa, aneh rasanya kalo dia tau saya (hampir) PNS saat melakukannya.
Fave tracks: Summer '79, My Reply, In This Diary
15. MTV Unplugged in New York - Nirvana (1994)
salah satu hal yang patut dikagumi dari Nirvana adalah totalitas mereka dalam bermusik dan keengganan mereka mengikuti selera pasar. di acara MTV Unplugged aja mereka ogah nampilin versi akustik lagu-lagu yang udah populer. sebaliknya, mereka malah mainin track-track yang less known di album mereka plus beberapa cover songs dari artis yang less known juga (kecuali David Bowie). dan hasilnya, one of the best unplugged recordings of the world. saya mendengarkan lagu-lagu di sini lebih dulu ketimbang versi aslinya, dan itu semakin menguatkan pendapat umum kalo Nirvana emang band yang luar biasa.
Fave tracks: Jesus Doesn't Want Me For A Sunbeam, Where Did You Sleep At Night, The Man Who Sold The World
14. Dying To Say This To You - The Sounds (2006)
satu-satunya band bervokalis cewek di daftar saya. sorry Hayley Williams, I'm not that into you. the sounds ini musiknya tipikal new wave asal swedia yang danceable, dengan template muka vokalis persis karakter antagonis di sinetron-sinetron. cocok didengarkan di kamar sambil ajojing karena kamu ogah ke diskotik. yea, that's my only reason.
Fave tracks: Painted By Numbers, Tony The Beat, Night After Night
13. Diorama - Silverchair (2002)
mungkin satu-satunya alasan masuk akal kenapa saya bisa suka sama album ini selain karena melodinya sangat menenangkan hati adalah karena.. kapan lagi bisa dengerin Daniel Johns nyanyi dengan clean voice sepanjang album sambil main piano? woooh, merinding keenakan. apalagi ini album terakhir kali dia terlihat ganteng. komplit sekali, seharusnya dia aja yang jadi edward cullen. ballad My Favourite Thing adalah salah satu favorit saya, dan lagunya berjuta kali lebih syahdu di versi akustik.
Fave tracks: My Favourite Thing, Without You, The Greatest View
12. New Wave - Against Me! (2007)
kalo ga salah ini adalah album pertama mereka di bawah naungan major label, tapi secara keseluruhan adalah album ke-4. maybe for any real punkers out there, this is what they call "selling out", you make music like this in a cleaner, smoother version to embrace more fans. orang emang suka cerewet kalo band yang tadinya agak hardcore jadi begini, tapi namanya band kan emang harus maju toh, gak masalah asal kualitas albumnya justru semakin bagus. New Wave is still exceptionally brilliant. masih dengan nada-nada dan konten protes yang sama, cuma kali ini lebih rapi dan sederhana. sedikit mengingatkan dengan rise against, tapi yang ini lebih ke arah folk punk.
Fave tracks: Up The Cuts, White People For Peace, Trash Unreal, New Wave
11. Streetcore - Joe Strummer & The Mescaleros (2003)
dulu saya pernah denger sebuah lagu yang menurut saya bagus di radio waktu kuliah, dan penyiarnya bilang soal Joe Strummer yang meninggal setahun sebelumnya. i had no idea who he was before, apalagi tau judul lagu itu. beberapa bulan lalu saya nonton film The Diving Bell and The Butterfly dan ternyata lagu ini muncul di sontrek, judulnya Ramshackle Day Parade dan akhirnya saya mulai nyari album ini. mengingat ini dirilis setelah Strummer meninggal, keliatan sekali kalo materinya sebenarnya belum selesai, beberapa terasa banget kalo masih berupa first take di studio, dan "midnight jam" malah belom ada liriknya. lagu Redemption Song konon malah tanpa iringan The Mescaleros, direkam sendirian, dan menurut saya cukup bisa dibandingkan dengan versi asli. selain itu, i can't help but shed a tear kalo inget Strummer uda meninggal pas denger dia nyanyi seperti ini, dengan energi dan suara yang masih sama seperti masi muda, dan lirik yang menggambarkan semangatnya pula.
Fave tracks: Ramshackle Day Parade, Coma Girl, Burnin' Streets, Redemption Song
10. Curtain Call - Eminem (2005)
yo, bukan sekali ini kan saya masukin album Greatest Hits ke daftar. Eminem adalah satu-satunya artis hip hop yang saya dengerin, well, seperti biasa saya tertarik sama lirik-lirik yang bagus dan mendalam, dan bandingkan dengan artis hip hop lain yang liriknya kebanyakan seputaran kehidupan mewah, cewek, dan sejenisnya. gak semua begitu sih, Kanye West juga liriknya bagus, tapi kayaknya emang Eminem doang yang masuk ke kuping. sayang sekali seiring waktu karya-karya dia udah ga seperti ini lagi.
Fave tracks: Lose Yourself, Without Me, Like Toy Soldiers, Mockingbird
9. Kollected: The Best Of - Kula Shaker (2002)
there's a moment in my life when I was so infatuated with psychedelic thingy. nah, yang berasal dari generasi tahun 90-an dan saya anggap paling keren cuma Kula Shaker. saya gak suka sama musik India, tapi entah kenapa harus ada pengecualian khusus buat band ini. lagipula psikedelik dan sound India kan emang berhubungan toh? album K adalah album mereka yang paling bagus, nomor dua adalah Pilgrim's Progress dan Strangefolk. oh, Kollected dimasukin karena lebih banyak single yang saya suka di album ini ketimbang dua album tadi.
Fave tracks: Tattva, Grateful When You're Dead, Hush, Drop In The Sea
8. For Blood and Empire - Anti-Flag (2006)
this album is blatantly emotional, deliberately criticizing their nation's policy, mengkampanyekan paham-paham anti-korporasi, anti-kapitalisme, dan judul-judul lagu di sini kurang vulgar apa dengan "The WTO Kills Farmers", "Confessions of an Economic Hitman", ""Depleted Uranium is a War Crime", sampai lirik semacam "1 trillion dollars in Africa, Iraq..1 trillion dollars and it's never coming back..". weks..untung album ini gak di-ban sama kantor saya, hahah. dari segi musikalitas, bagi saya yang gak punya keterampilan bermusik sama sekali ini, kayaknya mereka gak bisa dibilang bagus-bagus amat. tapi kalo dari muatan moral dan pesan yang ingin disampaikan, they do it very well. how many of you has ever heard bands saying things like "we want to spread messages and create an awareness" instead of "we just want to have fun" upon being asked about why they make music?
Fave Tracks: This is The End (For You My Friend), The Press Corpse, 1 Trillion Dollar$
7. Neon Ballroom - Silverchair (1999)
Diorama mungkin album yang sangat menenangkan, tapi entah kenapa saya lebih suka mendengar Daniel Johns menyanyi dengan suara macho. apa sih istilah musikalnya buat suara yang diserak-serakkan ala Kurt Cobain? growl? yah meskipun pada awalnya mereka emang dicap pengekor Nirvana tapi they were very young back then, termaafkan (cowok cakep selalu dimaafkan). disini juga ada lagu dimana Johnsy menyanyi dengan lembut, mendayu-dayu, dan bahkan bisa membuat gadis manapun ingin menghibur dan memeluknya setiap kali mendengar dia menceritakan penderitaannya dengan anoreksia. keliatannya di jaman ini anoreksia dia sudah mulai mengerikan.
Fave tracks: Ana's Song, Anthem for the Year 2000, Spawn Again
6. Absolution - Muse (2003)
mungkin bagi orang bukan ini yang paling bagus, tapi album inilah yang paling saya sukai, dan rasa-rasanya hampir semua lagu di sini saya suka. cuma Muse band yang saya anggap bisa melakukan sesuatu seradikal mungkin di tiap albumnya tanpa dibilang aneh, bodoh, atau jelek. kalau secara personal menurut saya tentu Jack White. keliatannya sejak dengerin album ini deh saya mulai punya perspektif musik yang lebih baik dan mengikuti perkembangan zaman, jadi makna album ini terasa lebih personal.
Fave tracks: Stockholm Syndrome, Falling Away With You, Hysteria, Sing for Absolution
5. Nevermind - Nirvana (1991)
do I really have to state why? gak perlu kan ya? you don't have to be one of those cool kids, one of those hardline kids, in fact, you don't have to be part of any scenes to know that there's something that's damn worth listening here. it's been already a cultural legacy of music industry! kadang-kadang ada bagusnya Cobain mati duluan, kalo dia masih hidup masih ada kemungkinan album-album berikutnya jadi jelek, atau dia tiba-tiba sangat sell-out, dan namanya pun ga akan melegenda seperti sekarang. lagu-lagu di album ini semuanya sangat bagus, sayang banget kalo ada yang cuma tau smells like whatever itu doang.
Fave tracks: Polly, In Bloom, On a Plain, Lithium
4. Never Mind The Bollocks - Sex Pistols (1977)
album ini penuh kemarahan, protes, anarkisme, pesimis, kebencian..buset, album ini auranya negatif semua malah. dan untuk menggambarkan betapa berpengaruhnya album ini, saya rasa setiap orang yang dengerin lagu-lagu mereka jadi gatal untuk berdiri di atas meja, membanting sesuatu ke lantai dan meneriakkan "i wanna be anarchyyy" ke depan bosnya..err..atau guru kelasnya. paling gak itulah yang terjadi kalo kamu sudah terekspos dengan sex pistols sejak kecil.
Fave tracks: God Save The Queen, Pretty Vacant, EMI
3. Whatever People Say I Am, That's What I'm Not - Arctic Monkeys (2006)
i remember when i went into store in Malang and they played I Bet You Look Good On The Dancefloor very loud and i asked one of the employees "who sings this?". after that, i came home, grabbed my wallet and went to the nearest internet cafe to download the album! yea, that soon. jaman itu dimana playlist saya masih didominasi band-band mal emo, menemukan alex turner terasa seperti minum pocari sweat abis olahraga, jadi bersemangat lagi. sisi lain yang saya suka dari album ini adalah liriknya. ga tau kenapa, tapi saya suka sekali cara dia menulis, it's like he was experiencing or seeing something and writing it right at the moment.
Fave tracks: The View From The Afternoon, When The Sun Goes Down, A Certain Romance, Riot Van
2. Chuck - Sum 41 (2004)
saya tidak bisa tidak mencantumkan sum 41, apalagi mereka adalah band yang mengisi hari-hari saya sejak SMP sampe kuliah. kalo kamu membaca keseluruhan daftar yang saya buat pasti kamu mendengus sambil bilang "ababil banget!", tapi saya baru menjalani 18 tahun kehidupan kan, maksud saya semua ini tentu saja sesuai dengan perkembangan umur dan intelegensia saya dalam mencerna (ngeles tingkat tinggi). saya juga suka album-album sum 41 sebelum ini, tapi Chuck benar-benar berbeda, lebih matang, lebih rapi, dan liriknya sudah tidak terdengar seperti ABG-ABG yang masih mengeluhkan kehidupan sosial yang menyedihkan. mereka sudah tumbuh besar dan mulai menonton berita. apa lagi? they are my childhood heroes! i really wanna be like them when i was a kid.
Fave tracks: Open Your Eyes, There's No Solution, We're All To Blame
1. Elephant - The White Stripes (2003)
entah kenapa saya menaroh White Blood Cells di part sebelumnya, sementara Elephant di sini. I mean, they're both total awesomeee! seharusnya tidak ada perbedaan ranking sedemikian jauh diantara keduanya! ngomong-ngomong, Elephant adalah album terbaik dari semua album keren The White Stripes. dengan 2 personil saja, apa yang kamu pikir bakal bisa dilakukan? tapi itulah kehebatan Jack White, he's a pure genius, I can't imagine what he was thinking when he decided to create such tunes and sounds and reffs on his every bands: the dead weather, the white stripes, the racounters, even produced loretta lynn's album. tepat ketika saya masi terpesona dengan white blood cells, album ini rilis dan saya tetap terperangah. keren tapi dalam skala yang berbeda, konteks yang lebih berat, dan gaya yang lebih dewasa. ada lagu seperti Seven Nation Army dengan intro dari gitar (gitar! hampir kaget) dan reff yang nendang, minimalis kayak I Just Don't Know What To Do, Black Math yang riuh.. brilliant work, Mr White!
Fave tracks: Seven Nation Army, Hardest Button to Button, Black Math, I Just Don't Know What To Do
dulu saya pernah dengerin radio yang sedang membahas musik-musik tahun 1960-an. kebetulan album ini dibahas. entah apa deh kata mereka, saya terlalu kecil untuk ngerti istilah-istilah yang mereka omongin, cuman pada saat itulah saya pertama kali terekspos sama musik psikedelik. nah di album pertama Pink Floyd mereka mainin musik tersebut, bukan progresif rock kayak sekarang. kebanyakan lagu di sini didominasi instrumentalia yang lumayan bikin saya bertanya-tanya "suara apa sih ini?", tapi yah menurut saya musik-musik begini emang seperti itulah, gak perlu masuk akal tapi seolah-olah memberikan efek terhalusinasi dan membuatmu high..calories in my case. enak sekali mendengarkannya sebelum tidur.
Fave tracks: See Emily Play, Lucifer Sam, Flaming
24. Celebrity - N'Sync (2001)
kontras sekali yak sama album di atas, hihihi. tapi bohong banget kalo kamu hidup di jaman 1990-2000an tanpa mengidolakan satu pun boyband yang ada saat itu. jadi kan ada 2 aliran boyband tuh, mellow dan dance, dan menurut saya cuma N'Sync yang bisa melakukan keduanya dengan baik sekali. kebanyakan boyband eropa kalo nyanyi lagu ballad kesannya menye-menye sekali, sementara N'Sync terdengar pas banget, masi ada macho-machonya. apalagi koreografi dance mereka menarik hati dan sangat menggoda untuk ditiru.
Fave tracks: Gone, Falling, Tell Me Tell Me Baby
23. Ten - Pearl Jam (1991)
butuh waktu lama buat saya untuk tau kalo ini album yang bagus. kalo ga salah saya baru denger pas uda masuk jaman Riot Act, jadinya saya kira pearl jam sejenis band-band post-grunge lainnya, hahaha. tapi kayak perbedaan barang ori dan bajakan, pearl jam jauh dan jauh banget kualitasnya dibanding yang lain. i don't know how to describe it using any musical references, but somehow that's what differentiates them from the others, they know how to put emotions into songs and sound it as it is.
Fave tracks: Black, Even Flow, Jeremy
22. The Datsuns - The Datsuns (2002)
baru tau band ini sekitar tahun 2009-an, tepatnya di album Headstunts yang ternyata album keempat mereka. ha! kadang-kadang saya menarik kesimpulan seenaknya kalau album keempat dari sebuah band rata-rata berkualitas baik, trus baru deh saya mencari album pertamanya. eh ternyata bagusan ini malah. mungkin kedengaran setipe dengan The Hives dan temen-temennya, tapi The Datsuns terdengar lebih ringan dan ceria.
Fave tracks: MF From Hell, Harmonic Generator, In Love, Sittin' Pretty
21. Deja Entendu - Brand New (2003)
kalo saya boleh menggunakan istilah 'emo' saat ini, saya ingin menggunakannya sebagai 'brand new adalah band emo yang bagus, lyrically dan musically'. mereka keluar barengan dengan band-band kayak taking back sunday, finch, matchbook romance, dashboard confessional, senses fail, dll sehingga seolah-olah setipe, tapi cuma brand new yang meninggalkan kesan lebih dalam. kalo disejajarkan dengan film, mereka adalah film-filmnya drew barrymore dan brand new adalah film dramanya james mcavoy (meski tanpa personel ganteng). kebanyakan lagunya kalem meskipun ada beberapa lagu yang punya scream di sana-sini, tapi saya rasa gak mengurangi esensi emosional lagunya sendiri.. and have i mentioned 'emo' before?
Fave tracks: Sic Transit Gloria, The Quiet Things, The Boy Who Blocked His Own Shot
20. The Wall - Pink Floyd (1979)
pertama kalinya saya tau yang namanya concept album ya di album ini, gak lama sebelum American Idiot rilis, so I wondered why my friends were all surprised on the storyline and characters thingy in making music. I don't really get their 3 (or maybe 4?) previous concept albums, hence I regard this one is a lot better. Dan waktu denger album ini kaget juga karena saya taunya aliran Pink Floyd itu kan gak gini. Tapi ternyata The Wall bagus banget. Simply classic. Ada 4 side di album ini (yep, double albums) yang mewakili storyline masing-masing, dan favorit saya ada di side ketiga.Fave tracks: Hey You, Comfortably Numb, Happiest Days of Our Lives
19. The Best of L'Arc~en~Ciel 1998-2000 - L'Arc~en~Ciel (2003)
Laruku punya beberapa album kompilasi dan album ini yang menurut saya paling enak didenger. I was like adoring them back then, sebelum kemudian selera saya berganti. they're playing something like Japanese alternative rock, sometimes blend pop and progressive but still got catchy tunes. that's why they have massive fans out there. I think most people who are into Japanese music will catch this one, just my opinion.
Fave tracks: Pieces, Finale, Kasou
18. The Used - The Used (2002)just another post-hardcore/screamo band, really, tanpa ada penjelasan panjang lebar. saya juga ga peduli orang mau bilang band ini ga bagus-bagus amat, hahah. i just find all of their tracks mostly enjoyable and catchy, dan memang sih suara vokalisnya kadang-kadang terasa mengganggu tapi albumnya masih bisa dinikmati ketika kita sedang depresi dan butuh hiburan instan tanpa harus diributkan soal kualitas. lagian, ketika kamu sedang berada di tempat karaoke, selain lagu-lagu ala diva kan emang paling enak nyanyi lagu model begini, tidak perlu mengatur nada yang njelimet, cukup siapkan napas yang panjang untuk teriak sepuasnya.
Fave tracks: Poetic Tragedy, Bulimic, Taste of Ink
17. Siren Song of the Counter Culture - Rise Against (2004)
kalo saya bisa memilih satu album untuk ber-headbanging, saya akan pilih album ini. kesemuanya benar-benar bernuansa seperti itu. i don't know much about themes of their lyrics, tapi mengingat personil band ini semuanya vegetarian, straight edge, dan suporter PETA, how much do you need to know? tapi emang agak aneh mendengarkan band seperti ini menyanyikan lagu-lagu bertemakan romantisme, ada beberapa lagu disini yang seperti itu dan terasa janggal di kuping saya. lagu yang saya tau klipnya cuma Give It All, itupun gara-gara ada di inul vizta. what i mean is, it's interesting to know how they depict the nighttime revolt led by white collar workers, saya jadi gak merasa bersalah karena bersimpati pada Anti-Flag.
Fave tracks: Dancing For Rain, Give It All, Paper Wings
16. So Long Astoria - The Ataris (2003)
tau band ini sejak lagu Boys of Summer, dan langsung suka. jadi gak tega pas tau kalo mereka benci banget lagu itu. bisa dibilang saya baru dengerin keseluruhan album ini tak lama sebelum *cough* menonton konsernya *cough* (saya suka menekankan frase ini pada seseorang) taun 2009 kemaren. ha! i would really adore this band if only i had been introduced to them years ago. i mean, i could imagine myself doing that, in school uniforms, ngejar-ngejar Kris Roe di Bandung dan ngajak foto bareng. kyaaa, aneh rasanya kalo dia tau saya (hampir) PNS saat melakukannya.
Fave tracks: Summer '79, My Reply, In This Diary
15. MTV Unplugged in New York - Nirvana (1994)
salah satu hal yang patut dikagumi dari Nirvana adalah totalitas mereka dalam bermusik dan keengganan mereka mengikuti selera pasar. di acara MTV Unplugged aja mereka ogah nampilin versi akustik lagu-lagu yang udah populer. sebaliknya, mereka malah mainin track-track yang less known di album mereka plus beberapa cover songs dari artis yang less known juga (kecuali David Bowie). dan hasilnya, one of the best unplugged recordings of the world. saya mendengarkan lagu-lagu di sini lebih dulu ketimbang versi aslinya, dan itu semakin menguatkan pendapat umum kalo Nirvana emang band yang luar biasa.
Fave tracks: Jesus Doesn't Want Me For A Sunbeam, Where Did You Sleep At Night, The Man Who Sold The World
14. Dying To Say This To You - The Sounds (2006)
satu-satunya band bervokalis cewek di daftar saya. sorry Hayley Williams, I'm not that into you. the sounds ini musiknya tipikal new wave asal swedia yang danceable, dengan template muka vokalis persis karakter antagonis di sinetron-sinetron. cocok didengarkan di kamar sambil ajojing karena kamu ogah ke diskotik. yea, that's my only reason.
Fave tracks: Painted By Numbers, Tony The Beat, Night After Night
13. Diorama - Silverchair (2002)
mungkin satu-satunya alasan masuk akal kenapa saya bisa suka sama album ini selain karena melodinya sangat menenangkan hati adalah karena.. kapan lagi bisa dengerin Daniel Johns nyanyi dengan clean voice sepanjang album sambil main piano? woooh, merinding keenakan. apalagi ini album terakhir kali dia terlihat ganteng. komplit sekali, seharusnya dia aja yang jadi edward cullen. ballad My Favourite Thing adalah salah satu favorit saya, dan lagunya berjuta kali lebih syahdu di versi akustik.
Fave tracks: My Favourite Thing, Without You, The Greatest View
12. New Wave - Against Me! (2007)
kalo ga salah ini adalah album pertama mereka di bawah naungan major label, tapi secara keseluruhan adalah album ke-4. maybe for any real punkers out there, this is what they call "selling out", you make music like this in a cleaner, smoother version to embrace more fans. orang emang suka cerewet kalo band yang tadinya agak hardcore jadi begini, tapi namanya band kan emang harus maju toh, gak masalah asal kualitas albumnya justru semakin bagus. New Wave is still exceptionally brilliant. masih dengan nada-nada dan konten protes yang sama, cuma kali ini lebih rapi dan sederhana. sedikit mengingatkan dengan rise against, tapi yang ini lebih ke arah folk punk.
Fave tracks: Up The Cuts, White People For Peace, Trash Unreal, New Wave
11. Streetcore - Joe Strummer & The Mescaleros (2003)
dulu saya pernah denger sebuah lagu yang menurut saya bagus di radio waktu kuliah, dan penyiarnya bilang soal Joe Strummer yang meninggal setahun sebelumnya. i had no idea who he was before, apalagi tau judul lagu itu. beberapa bulan lalu saya nonton film The Diving Bell and The Butterfly dan ternyata lagu ini muncul di sontrek, judulnya Ramshackle Day Parade dan akhirnya saya mulai nyari album ini. mengingat ini dirilis setelah Strummer meninggal, keliatan sekali kalo materinya sebenarnya belum selesai, beberapa terasa banget kalo masih berupa first take di studio, dan "midnight jam" malah belom ada liriknya. lagu Redemption Song konon malah tanpa iringan The Mescaleros, direkam sendirian, dan menurut saya cukup bisa dibandingkan dengan versi asli. selain itu, i can't help but shed a tear kalo inget Strummer uda meninggal pas denger dia nyanyi seperti ini, dengan energi dan suara yang masih sama seperti masi muda, dan lirik yang menggambarkan semangatnya pula.
Fave tracks: Ramshackle Day Parade, Coma Girl, Burnin' Streets, Redemption Song
10. Curtain Call - Eminem (2005)
yo, bukan sekali ini kan saya masukin album Greatest Hits ke daftar. Eminem adalah satu-satunya artis hip hop yang saya dengerin, well, seperti biasa saya tertarik sama lirik-lirik yang bagus dan mendalam, dan bandingkan dengan artis hip hop lain yang liriknya kebanyakan seputaran kehidupan mewah, cewek, dan sejenisnya. gak semua begitu sih, Kanye West juga liriknya bagus, tapi kayaknya emang Eminem doang yang masuk ke kuping. sayang sekali seiring waktu karya-karya dia udah ga seperti ini lagi.
Fave tracks: Lose Yourself, Without Me, Like Toy Soldiers, Mockingbird
9. Kollected: The Best Of - Kula Shaker (2002)
there's a moment in my life when I was so infatuated with psychedelic thingy. nah, yang berasal dari generasi tahun 90-an dan saya anggap paling keren cuma Kula Shaker. saya gak suka sama musik India, tapi entah kenapa harus ada pengecualian khusus buat band ini. lagipula psikedelik dan sound India kan emang berhubungan toh? album K adalah album mereka yang paling bagus, nomor dua adalah Pilgrim's Progress dan Strangefolk. oh, Kollected dimasukin karena lebih banyak single yang saya suka di album ini ketimbang dua album tadi.
Fave tracks: Tattva, Grateful When You're Dead, Hush, Drop In The Sea
8. For Blood and Empire - Anti-Flag (2006)
this album is blatantly emotional, deliberately criticizing their nation's policy, mengkampanyekan paham-paham anti-korporasi, anti-kapitalisme, dan judul-judul lagu di sini kurang vulgar apa dengan "The WTO Kills Farmers", "Confessions of an Economic Hitman", ""Depleted Uranium is a War Crime", sampai lirik semacam "1 trillion dollars in Africa, Iraq..1 trillion dollars and it's never coming back..". weks..untung album ini gak di-ban sama kantor saya, hahah. dari segi musikalitas, bagi saya yang gak punya keterampilan bermusik sama sekali ini, kayaknya mereka gak bisa dibilang bagus-bagus amat. tapi kalo dari muatan moral dan pesan yang ingin disampaikan, they do it very well. how many of you has ever heard bands saying things like "we want to spread messages and create an awareness" instead of "we just want to have fun" upon being asked about why they make music?
Fave Tracks: This is The End (For You My Friend), The Press Corpse, 1 Trillion Dollar$
7. Neon Ballroom - Silverchair (1999)
Diorama mungkin album yang sangat menenangkan, tapi entah kenapa saya lebih suka mendengar Daniel Johns menyanyi dengan suara macho. apa sih istilah musikalnya buat suara yang diserak-serakkan ala Kurt Cobain? growl? yah meskipun pada awalnya mereka emang dicap pengekor Nirvana tapi they were very young back then, termaafkan (cowok cakep selalu dimaafkan). disini juga ada lagu dimana Johnsy menyanyi dengan lembut, mendayu-dayu, dan bahkan bisa membuat gadis manapun ingin menghibur dan memeluknya setiap kali mendengar dia menceritakan penderitaannya dengan anoreksia. keliatannya di jaman ini anoreksia dia sudah mulai mengerikan.
Fave tracks: Ana's Song, Anthem for the Year 2000, Spawn Again
6. Absolution - Muse (2003)
mungkin bagi orang bukan ini yang paling bagus, tapi album inilah yang paling saya sukai, dan rasa-rasanya hampir semua lagu di sini saya suka. cuma Muse band yang saya anggap bisa melakukan sesuatu seradikal mungkin di tiap albumnya tanpa dibilang aneh, bodoh, atau jelek. kalau secara personal menurut saya tentu Jack White. keliatannya sejak dengerin album ini deh saya mulai punya perspektif musik yang lebih baik dan mengikuti perkembangan zaman, jadi makna album ini terasa lebih personal.
Fave tracks: Stockholm Syndrome, Falling Away With You, Hysteria, Sing for Absolution
5. Nevermind - Nirvana (1991)
do I really have to state why? gak perlu kan ya? you don't have to be one of those cool kids, one of those hardline kids, in fact, you don't have to be part of any scenes to know that there's something that's damn worth listening here. it's been already a cultural legacy of music industry! kadang-kadang ada bagusnya Cobain mati duluan, kalo dia masih hidup masih ada kemungkinan album-album berikutnya jadi jelek, atau dia tiba-tiba sangat sell-out, dan namanya pun ga akan melegenda seperti sekarang. lagu-lagu di album ini semuanya sangat bagus, sayang banget kalo ada yang cuma tau smells like whatever itu doang.
Fave tracks: Polly, In Bloom, On a Plain, Lithium
4. Never Mind The Bollocks - Sex Pistols (1977)
album ini penuh kemarahan, protes, anarkisme, pesimis, kebencian..buset, album ini auranya negatif semua malah. dan untuk menggambarkan betapa berpengaruhnya album ini, saya rasa setiap orang yang dengerin lagu-lagu mereka jadi gatal untuk berdiri di atas meja, membanting sesuatu ke lantai dan meneriakkan "i wanna be anarchyyy" ke depan bosnya..err..atau guru kelasnya. paling gak itulah yang terjadi kalo kamu sudah terekspos dengan sex pistols sejak kecil.
Fave tracks: God Save The Queen, Pretty Vacant, EMI
3. Whatever People Say I Am, That's What I'm Not - Arctic Monkeys (2006)
i remember when i went into store in Malang and they played I Bet You Look Good On The Dancefloor very loud and i asked one of the employees "who sings this?". after that, i came home, grabbed my wallet and went to the nearest internet cafe to download the album! yea, that soon. jaman itu dimana playlist saya masih didominasi band-band mal emo, menemukan alex turner terasa seperti minum pocari sweat abis olahraga, jadi bersemangat lagi. sisi lain yang saya suka dari album ini adalah liriknya. ga tau kenapa, tapi saya suka sekali cara dia menulis, it's like he was experiencing or seeing something and writing it right at the moment.
Fave tracks: The View From The Afternoon, When The Sun Goes Down, A Certain Romance, Riot Van
2. Chuck - Sum 41 (2004)
saya tidak bisa tidak mencantumkan sum 41, apalagi mereka adalah band yang mengisi hari-hari saya sejak SMP sampe kuliah. kalo kamu membaca keseluruhan daftar yang saya buat pasti kamu mendengus sambil bilang "ababil banget!", tapi saya baru menjalani 18 tahun kehidupan kan, maksud saya semua ini tentu saja sesuai dengan perkembangan umur dan intelegensia saya dalam mencerna (ngeles tingkat tinggi). saya juga suka album-album sum 41 sebelum ini, tapi Chuck benar-benar berbeda, lebih matang, lebih rapi, dan liriknya sudah tidak terdengar seperti ABG-ABG yang masih mengeluhkan kehidupan sosial yang menyedihkan. mereka sudah tumbuh besar dan mulai menonton berita. apa lagi? they are my childhood heroes! i really wanna be like them when i was a kid.
Fave tracks: Open Your Eyes, There's No Solution, We're All To Blame
1. Elephant - The White Stripes (2003)
entah kenapa saya menaroh White Blood Cells di part sebelumnya, sementara Elephant di sini. I mean, they're both total awesomeee! seharusnya tidak ada perbedaan ranking sedemikian jauh diantara keduanya! ngomong-ngomong, Elephant adalah album terbaik dari semua album keren The White Stripes. dengan 2 personil saja, apa yang kamu pikir bakal bisa dilakukan? tapi itulah kehebatan Jack White, he's a pure genius, I can't imagine what he was thinking when he decided to create such tunes and sounds and reffs on his every bands: the dead weather, the white stripes, the racounters, even produced loretta lynn's album. tepat ketika saya masi terpesona dengan white blood cells, album ini rilis dan saya tetap terperangah. keren tapi dalam skala yang berbeda, konteks yang lebih berat, dan gaya yang lebih dewasa. ada lagu seperti Seven Nation Army dengan intro dari gitar (gitar! hampir kaget) dan reff yang nendang, minimalis kayak I Just Don't Know What To Do, Black Math yang riuh.. brilliant work, Mr White!
Fave tracks: Seven Nation Army, Hardest Button to Button, Black Math, I Just Don't Know What To Do
Langganan:
Postingan (Atom)



