Rabu, 25 Desember 2013

cerita soal shopping dokter kandungan

Diposting oleh anindita di 16.52 0 komentar
Emang dasar susah puas, periksain adek bayi aja sampe bergonta-ganti gini :D  Namanya juga anak pertama, maklumin aja ya, ihihihi.

1. Bidan Dyah Tutiasih, Jurangmangu

Ini hasil rekomendasi temennya suami yang istrinya udah 2x melahirkan normal di situ. Insya Allah sih kalau semua berjalan lancar kita pengin di bidan ini aja. Murah, privacy dan comfort lebih berasa, dan beliau juga praktisi hypnobirthing, jadi sudah pasti pro normal, ASI, dan IMD; sesuailah sama kriteria kita. Pertama kali periksa kehamilan di sini kebetulan ditangani ibunya langsung, dan beliau bilang kalau kita bisa USG juga di sini dengan biaya 80 ribu rupiah. Sayangnyaaa... pas pemeriksaan selanjutnya, enggak pernah ketemu ibunya lagi euy, gak pernah deh ngerasain USG itu. Mungkin karena kita cuma punya waktu weekend doang sih, jadi gak pernah ketemu. Apa boleh buat, karena rencana awal masih pengin melahirkan di sini jadi tiap bulan kami tetap kontrol, namun untuk keperluan USG kita beralih ke tempat lain. Oh iya, kalau kita melahirkan di sini dan ada kondisi emergency pihak bidan bakal mentransfer kita ke RS kok, dan diusahakan banget buat ditangani oleh obgyn cewek.

2. dr. Riyana Kadarsari, SpOG, Klinik Permata Bintaro

Susah-susah gampang nyari obgyn cewek di bilangan Tangerang Selatan dan sekitarnya, tapi alhamdulillah hasil browsing sana-sini mempertemukan saya dengan ibu ini. Beliau udah terkenal pro ASI, pro IMD, dan pro gentle birth. Klinik ini bahkan dulunya melayani water birth lo, sebelum adanya edaran IDI yang melarang hal tersebut. Sayang sih beliau udah gak praktik di RS Sari Asih yang dicover askes, tapi biaya periksa di klinik ini rupanya juga gak begitu mahal, masih di bawah 200ribu tanpa resep (saya menolak resep karena masih ada vitamin dari bidan). 

Dokter ini baik banget dan santai. Salah satu penjelasannya yang saya inget adalah waktu suami mengkhawatirkan rencana kami mudik Lebaran naik pesawat dalam keadaan hamil muda, si dokter menjawab: "saya aja kemaren naik rollercoaster di Singapura sama anak-anak, gak tau kalo lagi hamil 8 minggu" Suami pun syokkk, hahahaha. Tapi beliau melanjutkan, kalau di trimester awal, resiko keguguran dan semacamnya itu pada dasarnya karena seleksi alam, pertumbuhan janin yang tidak sempurna, ataupun pengaruh kualitas sperma atau ovum yang membentuknya, bukan karena faktor eksternal. Jadi mau naik rollercoaster atau pesawat sekalipun kalau embrionya emang kuat ya gak bakal ada masalah *manggut-manggut*

Nahh, sudah saya bilang kan kalau bu dokter ini lagi hamil? Dan bulan depannya beliau mulai cuti doongg.. Hahaha, timing yang sungguh tidak pas. Berdasarkan info yang saya dapat, setelah melahirkan pun beliau mengurangi kerjaan demi mengupayakan ASIX. Baru berkantor lagi di klinik ini Februari 2014. Yah, bye bye deh.

3. dr. Wisnu Setyawan, SpOG, RS Sari Asih Ciputat

Ini sudah rada sembarangan milih, ga pake browsing dulu. Usia kandungan waktu itu udah 16 minggu dan belom sekalipun ngalamin pemeriksaan lewat USG. Berhubung cuma punya waktu weekend, kamipun mencoba ke RS IMC yang punya jadwal hari Sabtu. Nyebelinnya, si resepsionis gak nginformasiin kita kalau si dokter gak jadi praktik, padahal kita nungguin berjam-jam dan udah ninggalin nomor hape. Akhirnya kita pun pindah ke Sari Asih habis maghrib, dan baru dipanggil jam setengah 12 malam, saudara-saudara! Rada kapok deh, bener-bener jadi orang yang diperiksa paling terakhir -__-

Untungnya, pak dokter orangnya juga baik banget, ramah, dan seneng berbasa-basi. Kita pun puas banget dengan pemeriksaan USG karena adek bayi di layar udah bisa bergerak-gerak meskipun emaknya belom bisa ngerasa. Btw, layar USGnya bagus, jernih, dan posisinya tepat di depan tempat tidur. Dokternya juga asik banget, mindah-mindahin posisi viewing buat kita nikmati, gak sekedar ngukur-ngukur doang. Kekurangannya cuma satu: udah kemaleman bok! Alhasil si pak dokter kayaknya udah rada gak konsen dan kecapekan, lupa kalau kita minta print USG, dan agak-agak lupa juga kalau pertanyaannya tadi udah dijawab. Untung kinerjanya tetap memuaskan. Oh iya, karena kami datang tanpa rujukan, bayarnya jelas lebih mahal, tapi masih di bawah 200 ribu lah (lagi-lagi kita gak minta resep karena udah dikasih bidan seminggu sebelumnya, nyari USG doang sih, hihi). Kalau pake askes pasti lebih murah dong. 

4. dr Prima Progestian, SpOG, Klinik Permata Bintaro

Suatu hari, entah kenapa tiba-tiba pengin ke klinik ini lagi. Tadinya pengen ngecek apakah bu dokter Riyana udah kembali dari cuti melahirkan apa belom, dan kebetulan dokter ini lagi praktik. Somehow, dokter ini terkenal di jagat twitter karena banyak yang program hamil ke beliau. Berbekal "reputasi' tersebut, saya pun iseng mencoba. Hasilnya...err, kok agak kecewa, ahahah. Dokter ini tidak sekomunikatif dokter-dokter yang pernah saya coba, USG cuma liat-liat bentar (ya manalah kita ngerti itu gambar apa -__-), dan kunjungan kami kok terhitung sebentar banget bok, padahal billnya jadi mahal karena diresepin suplemen DHA. Hahaha, udah masuk faktor materiil karena baru ini bayar di kasir ngeluarin duit 500ribuan *lap keringet* Kami putuskan berhenti check up di sini deh, toh dokter yang dicari juga gak ada...selanjutnya, kami bakal selang-seling kontrol di bidan dan RS Sari Asih aja.

5. dr Surachman Hakim, SpOG, RSIA Tambak

which only happened two months later, coz i got two USG discount vouchers from this hospital *dasar murahan* Tapi mumpung ada voucher nihh, kan kita bisa liat adek bayi dalam 3D, 4D, atau malah 4DX kayak di bioskop, kakaaakk. Sayang voucher ini gak bisa dipake untuk semua dokter. Dokter-dokter cewek yang notabene favorit serumah sakit ga ada yang bisa! Apalagi 4D cuma direkomendasiin ketika usia 28-32 minggu plus dokternya cuma bisa di hari kerja. Sabtu itu kebetulan cuma dokter ini yang menerima voucher. Yowis lah, sebagai emak-emak modis (modal diskon) saya pun terima nasib ajah.

Dan ngomong-ngomong, saya gak kecewa kok karena dokter ini juga baik dan care banget. Beliau teliti mengukur setiap sudut saat USG, dan kitapun dijelaskan berat badan janin normalnya gimana. Print USG 3D-nya juga bagus dan jelasss, didukung oleh pose adek bayi yang saat itu pinter banget liat kamera! (anakku calon modis kayaknya *haru*) Aahhh, mengharu biru lah rasanya udah bisa liat penampakan jabang bayi yang gak cuma hitam putih doang. Total general pake diskon 50%, biaya konsul + 2 USG 2D hitam putih + 1 USG 3D berwarna habis 390ribu. Masih muraah kaan!

Oh iya bulan berikutnya kami ke dokter ini lagi, sekalian minta dibacain hasil urine dan darah dari Prodia (yang bayarnya didiskon 100rb karena dulu menang kuis ^^). Karena hasil USG 3D juga udah oke kamipun gak berniat mencoba 4D, biar jadi surprise aja besok. Eh ternyata mesinnya lagi gak bisa mengolah 3D. Huhuhuhu, sedihh, padahal ini kan kunjungan terakhir kami karena voucher diskonnya udah habis. Selain bayar biaya konsul dan USG 2D, saya juga diresepin vitamin dan antibiotik sehingga mesti bayar sekitar 300ribuan di kasir (tanpa diskon jadi 500ribuan).

Btw, kekurangan rumah sakit ini dibalik gembar-gembor soal pro ASI, pro IMD, pro normal, dan segala pro lainnya yang bikin hati tiap emak menjerit senang, adalah biayanya mahal cyin! Rate dokternya lebih tinggi, apalagi disini belom menerima askes. Jauh pula sik dari Bintaro. Ada temen yang cerita dia habis sekitar 700-800ribuan tiap kontrol ke sini dan saya cuma bisa meringis ngilu. Kalau gak ada voucher rasanya kok sayang yah, hahaha. Satu hal lagi yang agak mengganjal, dokternya kok gak ngisi buku catatan kehamilan akoh siiiih!! Beliau cuma nulis di catatan pribadi buat rumah sakit. Untung kehamilan saya gak ada masalah berarti, kalo ada kan dokter saya yang berikutnya jadi susah follow up perkembangan janin.

Senin, 11 November 2013

the first year

Diposting oleh anindita di 23.20 0 komentar
So a marvelous year has flown by. We're happy, blessed, and grateful.


Hubby asked me many times where we would spend this special occasion. He took a lot of thinking about it because he assumed that women, indeed, love celebrations. Probably yeah, but not this year. Last month we celebrated two birthdays, bought a pricey yet sophisticated laptop as his new working equipment, and also, we need to save for baby's arrival. 

We still threw celebration dinner though. At first we visited Cheesecake Factory but turned out the Bintaro branch only served as a bakery. We then moved to Solaria, Bintaro Plaza. Any place didn't matter, right?


As for the prayers.. well there's just too much to write. God knows I couldn't thank Him enough for having hubby as my lifetime partner. My first day at school, my first day at work... this first year of marriage with him has topped all my other firsts in life.

Minggu, 20 Oktober 2013

happy birthday

Diposting oleh anindita di 01.31 0 komentar

funny how we're looking back, as our birthday not only is a day apart but also has nice memories these three years..

on 2011, we were boyfriend and girlfriend-to-be..
on 2012, we were husband and wife-to-be..
on 2013, we are daddy and mommy-to-be..
(i hope in 2014 it wasn't as 2nd time daddy and mommy, we need a break :P)



before presenting the surprise (yes it was a surprise!), we were cozying up in our bedroom, talking about things while waiting patiently for the clock to ring at 12 a.m. it was a bit stupid, but comforting and cheap indeed. hubby never looked like preparing anything, so i guess he'd start doing something in the morning, like having fancy dinner or buying me new bags :P 
less than 15 minutes to go he wanted me to cook him noodles to kill times... i hesitated since it was too late of night! huney we'll go straight to sleep after kissing happy birthday, right? strangely he was okay, and got out of bed to the kitchen, said he'd cook by himself... and at 12 a.m. he came back in with all lamps turned off and the only lights are candles from the cake..



anyway, you might wonder what presents i got inside the box. instead of buying me things, he gave me hard cash!! come on now hubby, be creative XDD

Jumat, 18 Oktober 2013

Monthly Update

Diposting oleh anindita di 17.38 0 komentar
Alhamdulillah udah memasuki semester 2 kuliah. Bisa dibilang sukses walaupun dengan IP semester yang secara nominal udah lumayan tapi sebenarnya gak ada apa-apanya di kelas, ihik ihik. Sejak bulan Mei/Juni kemarin saya menjadi satu-satunya perempuan di kelas yang dihuni 32 pria lantaran seorang teman sejawat terpaksa mengambil cuti karena kehamilannya terganggu. Mudah-mudahan saya gak ikut mengalami yah teman-teman, sedih banget rasanya :( Sekarang sih bayinya udah lahir dan tumbuh sehat, tapi saya yakin kejadian mendadak seperti ini mengganggu rencana-rencana hidupnya. Semoga Allah memberi yang terbaik..




Btw, sekarang udah resmi hamil 19 minggu. Alhamdulillah...kehamilan yang bikin saya banyak bersyukur kepada Allah karena satu persatu doa-doa dan impian kami dikabulkan. Kami emang pengen banget hamilnya ketika saya sedang kuliah begini, soalnya waktu luang saya pastinya jadi lebih banyak di rumah. Sementara di kantor udah dipatok jam kerja 7.30-17.00, banyak tantangan dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak yang masih nyusu dan perlu didampingi. See, only God has perfect timing. Jadi meskipun penghasilan terpaksa berkurang (uhuk), rezeki nonmaterial seperti ini rasanya mewah sekali. Semoga besok saya makin kuat menjalaniii.

Trimester kedua ini ngomong-ngomong lancar banget, beda jauh dengan trimester pertama yang rasanya dikit-dikit muntah. Kebanyakan minum air lah, nyium bau ikan lah, telat makan, perut kosong, kebayang hal menjijikkan dikit juga langsung muntah. Syukurnya lama kelamaan muntah ini manageable, bisa dicegah sehingga gak menyusahkan. Repotnya cuma puasa Ramadhan bolongnya banyak, wong perut ga mau nunggu sampe maghrib buat diisi :( Bisa jadi karena saya punya maag, dan cenderung makin gampang kumat saat itu. 

Sementara sekarang, woowwww makan jadi makin kenceng. Berat badan yang sempet turun 2 kilo udah kembali, ditambah bonus 2 kilo malah. Walaupun dari segi visual badan saya masih belom mekar-mekar banget, teman-teman kuliah juga pada bingung karena kok perut saya gak keliatan maju. Ga papa lah, adek bayi sehat dan lincah kok. Naik terlalu cepat dan banyak toh juga ga syehaatt. Bagusnya lagi, karena kuliah, banyak kegiatan tambahan yang bisa saya kerjakan selain pekerjaan rumah. Lumayan banget selain ngikutin gerakan-gerakan yoga di youtube. Dan seluruh aktivitas ini, naik turun tangga juga buat ke kelas, lebih menyehatkan dong ketimbang kerjaan saya di kantor dulu yang sedentary banget.

Jadiiiii anak mamah udah bisa apa di perut? :)) Nendang-nendang dan guling-gulingnya udah jago banget mamah! Powernya mungkin gak heboh, tapi frekuensinya luar biasaa. Bayangin kalo lagi tiduran hadap kanan dia nendang di kanan, pas pindah ke kiri ehh dia uda nendang di kiri lagi. Dan saya pikir nendang berkali-kali di tempat yg berdekatan dalam waktu singkat itu ketika bayi udah di trimester tiga, ehhh ini si bocah udah bisa ternyata. Jadilah saya selaku newbie preggo cuma bisa ketawa geli ketika dia lagi bergerak-gerak. Sayangnya giliran ayah ngelus-ngelus perut si bocah langsung berhenti, kasian kan ayah manyun hihihi.

Btw, did your husband build a new habit during your pregnancy? Bapak saya iya. Waktu hamil saya beliau pelihara monyet, waktu hamil adik pertama ayam, hamil adik kedua ular kalo ga salah, dan hamil adik ketiga pelihara burung. Aneh ga siihhh? -___- 

Begitu anaknya lahir hobi ini ya hilang aja gitu. Saya kira ini emang bapak aja yang rada-rada, tapi ternyata suami mendadak keranjingan banget melihara ikan. Memang sih di kontrakan kami ada kolam ikan yang menempel di dinding, tapi tidak begitu dia peduliin sampe saya mulai hamil. Sekarang mah tiap jalan maunya beli ikan buat di rumah, dan kalo ngasi makan ikan gak kenal waktu. Siapa yang ga jadi sebel kalo udah hampir kesiangan ke kantor dan belom mandi, suami dengan gaya bak putri keraton, berlama-lama menebar makanan ikan? Aduuhhh, tar aku yang kasih makan deh! Tapi ya suami engga bisa ninggalin kalau menurutnya belom kelar -__-

Soo, sekian repetan yang merapel beberapa bulan dimana saya males menulis di blog. Pingiinnya sih rajin, tapi rasanya amat salah kalo punya waktu ngeblog sementara PR dan materi kuliah belom dibaca *pencitraan*  In the end, harapan saya selain minta adek bayi sehat selalu juga supaya saya dan suami bisa lulus kuliah sesuai rencana. Semoga alam semesta membantu berkonspirasi mencapai tujuan ini, amiiinnnn ^^

Rabu, 25 September 2013

Metallica, 25 Agustus 2013

Diposting oleh anindita di 01.14 0 komentar
so yeah, this pregnant lady wanted to share the euphoria of Metallica concert in Jakarta last August. woo-hoo!

it was a bit difficult to ask for hubby's permission, though. how convincing was "..but it's Metallica, huneyy!" heard a few times a day? this could be my last chance of attending gigs since my belly would get bigger and we'd be busy raising kids. so i almost cried a river when he's finally yielded up :P and then he gave me two conditions: we'd be sitting on tribune and i wasn't allowed to jump around since i was 3-months pregnant that day. yes, he wanted me to sit still during the gig (say whaatttt)

what could i say? i need to get in, so we booked three green seats that cost each Rp 550k. i presumed it was a good deal on viewing position (because we couldn't afford VIP, oh well)



ohhh i need to tell you that blue seats cost almost twice than mine, but the view we got were much better! who knows that the EO would plant mini stages in front of main stage to place the equipment?? and they were so blocking the view of VIP and blue seaters :P

and there i was, accompanied by my hubby and his brother, who came all the way by bus from Magelang. 

pardon my clueless face

can you sense which mini stages i'm talking about? of course from my seats they looked fine




by the way, Metallica is magical. beyond words. 
i was so ecstatic that i sang out loud to their every tunes and hubby was overworried that he forced me to be seated every 2-3 songs. and of course as a good audience i wouldn't waste my time recording videos. i was enjoying every moments while rubbing my belly hoping he would be fine with it :D

Senin, 08 Juli 2013

hip hip hurray

Diposting oleh anindita di 11.58 0 komentar
sebenarnya gw dan suami bukan tipe yang pengen buru-buru punya anak. ya makluuum, gw aja masi ababil gak jelas gini, masi suka nyanyi-nyanyi, loncat-loncat di kursi, masi suka nyinyirin orang, masi suka ngiler, masi suka ngemilin chitato, walaupun alasan sejujurnya siihhh...gw masi pengen gelayutan suami kemana-mana berdua, ihirrrr.. masi kepengen banget jalan-jalan ke pantai dan keliling kota cuma berdua (sejenak stigma ababil berganti menjadi romantis)... tapi di sisi lain, melihat kawan-kawan di kantor dan di geng arisan pada melendung kok jadi iri. aduh suamii, aku kok jadi pengen punya anak juga yaaahh.. liat deh lucu-lucu gini...ayoo, hamili aku suami, hamili akuuu... sayang suami males menanggapi karena menurutnya besok gw juga udah lupa lagi. eh bener aja, begitu ibu dan adek-adek gw datang dari samarinda buat liburan 2 minggu, yang mana adek gw masih ada yang berumur 3,5 tahun dan bukan main nakal dan keponya, gw udah pusing sendiri. alamakk, bisa gak gw bagi waktu kalo punya anak yang masih cari perhatian (alias ga bisa diem) begini? nanti-nanti ajalah ya suami, tunggu aku jadi perempuan baik dan solehah dulu.

namun, tanggal 4 juli sore kemaren gw iseng-iseng pipis di toilet sambil bawa test pack..ada apa gerangan gw kok iseng begini? ternyata gw udah telat 3 hari bok, dan karena siklus menstruasi selalu gw catat di aplikasi android, ketauan lah kalo gw gak pernah telat haid. then, namanya juga iseng, daripada ribet pake wadah penampung itu lembaran strip langsung aja gw cemplungin ke lubang toilet... aahhh, entah metode gw salah atau emang takdir, ternyata hasilnya negatif. ada perasaan kecewa sekaligus bersyukur di hati. ya ga papa mas kita bisa coba lagi.. wong enak gini...

besok paginya pas suami mau berangkat kerja, gw bilang ke dia kalo gw udah telat 4 hari biar dia kepikiran. padahal gw juga masi nyante-nyante aja, abis kuliah malah langsung nonton ulang itazura na kiss sambil ngeces-ngeces liat takahi kashiwabara. dan kelar nonton gw langsung kebelet pipis dong, jadi kepikiran buat ngecek lagi. kali ini gw niat pake wadah penampung, botol kecil tempat shower gel hotel gw kosongin dan gw isi cairan kekuning-kuningan langsung dari sumbernya. ambil test pack pertama, hasilnya muncul strip dua.

loh loh, kok aneh gini. gw ambil lagi test pack kedua dan gw ganti masukkin. hasilnya masih sama loh, dua strip.

emaakkkk, gw hamil!!!


*adegan slow motion menangis sesenggukan di bawah shower sambil bersimpuh*

oh mama oh papa, inikah rasanya bila jalinan cinta telah jauh berkelana..sang wanita hanyut jauh di dalamnya, tenggelam dalam api asmara dalam diri yang kini berbadan dua... *terima kasih mbak fenny rose atas voice overnya, tapiii astagaahhh, gw wanita beneran ternyataahhh! selama beberapa detik, gw yang terbiasa ngeliat satu garis jadi ada dua gini bingung mau gimana...ya ampun beneran ini pipisnya gw.. air mata jadi netes-netes kayak keran.. duhhh, tak sabar rasanya menunggu detik-detik suami pulang,, sambil menunggu gw pun melanjutkan tayangan kisah asmara naoki dan kotoko yang lagi ikut lomba lari. tapi ya bok, emang dasarnya gw ember banget ke suami, merencanakan surprise dengan ngasi hint-hint pun di muka gw jadinya senyum-senyum licik yang bikin dia curiga. ya uwislah gw tunjukin aja hasil test pack, dan dese pun nyengir juga. "aaahh sudah kukira kamu hamiiill"

kemudian kami pun bercumbu mesra. tsaaahh.

well, tantangan pertama gw adalah pertanda kehamilan ini disusul dengan gw demam tinggi. disusul sakit kepala heboh, perut dikocok-kocok, lemes minta ampun, mulut pahit, dan ilangnya selera makan....haduhh..membaca saja aku sulit. belom lagi karena gw masih harus kuliah, kebayang-bayang dong gimana beratnya perjuangan ini. dan karena gw paranoid, tiap beberapa jam gw ngecek lagi hasil test pack mana tau gambarnya berubah jadi 1 strip. gak puas dengan itu, gw beli lagi beberapa test pack di apotek (yang harganya amit-amittt....satu buah 2500 rupiah!) buat nyoba lagi kapan-kapan. untung suami mau bertanggung jawab, gw disuruh positive thinking, jangan stres. hahahaaa...muup muup..abisnya kalo gw google "pregnancy abdominal pain", "pregnancy fever headache" hasilnya serem-serem sih. begitu gw dikasih tau kalo salah satu temen ya gejalanya kurang lebih sama, baru gw tenang. dan alhamdulillah besoknya demam turun. aaahhh senangnyaaaa...karena jujur aja gw takuuttt banget kalo mesti minum obat saat hamil..meskipun obatnya udah dibilang aman sekalipun..

so when i finish posting this, my pregnancy finally hits 5 weeks. isn't it the most amazing feeling? it's like having God's hand upon your shoulder and hearing Him whisper "I think you guys are ready for this.." kyaaaaa *alamak, alay banget*



Selasa, 07 Mei 2013

a streetcar named desire

Diposting oleh anindita di 22.57 0 komentar

i sometimes question things in my life when i'm cranky..

i used to whine a lot. it's getting less now that i am married, like wiseman says that marriage is letting go a part of your ego - hell freezes i cool down a lot.

well, still there are times when PMS strikes, when i incorrectly deduced how hubby got a bit cold to me and  it drove me mad because i was used to be pampered, i complained that he has changed - and after strings of unreasonable madness and crankiness he hugged me tight and told me that those thoughts are only in my head. ummhhh...now that i think about it it was more of an act of shame and paranoia. amazing how he can work out with it.

anyway hubby was off for some duties in two days, which was why I wrote this post. i had the episode and i have no one to calm me down, yeah?

i just stumbled into a junior high senior's blog today. he is living large...with passion. he is living his dream, a job with which he's very successful. i don't think he's married yet but there's really nothing to be ashamed of it.

you can see the point. this kind of curiosity used to bring me to tears. i look back on that day when i had two options in life and wish i could start it over and choose the opposite. had i known my decision would bring me pain in the future. you know, i kinda used to blame my parents for this, for letting me make a big decision without considering my capability of it. now that i think about it - that was them believing in me - giving me a responsibility they were sure i could take care of; maybe they just didn't notice that their little girl is indeed very little - i left home at the age of 14, that was more than 7 years ago.

there are days when i endlessly cried for help though, slept with a weight on my shoulder and didn't tell anyone of this because...i kinda have to be mature, right? so i slept in tears, waited on the world to change and acted like no shits happened in the next morning.

and just that, i realized i have lost the passion along the way. i only followed the given path, didn't give a shit to any particular thing.

since when? i don't know - maybe when i was still in prep school, maybe when i was on my 2nd year of working. it's just gone - i'm not very much interested in everything aside from having fun - because that's what i'm lacking for the past years. 
i had a chance to pursue a degree...but i dumped it. for a certain amount of time...even for routines, i was too tired of doing what i should. i took "a gap year" between studies...5 years to be exact. and even though i was doing every kind of shameful acts during that time - i was, at least, happy. i enjoyed my youth, i lived the day i was young and free, i played around and had fun. 
i fell in love, i cheated, i was dumped, i became someone's mistress, i fell in poverty, i was robbed, i watched theatres, went overseas, got a karaoke diva out of me, fell in love, and as a surprising turn of events, i got married.

and that's when i rediscovered my passion. 

no, probably not from the marriage blings, but from the entire conspiration of universe to build my happiness. i might realize that all this time i was not being happy. i felt that i was being forced to be someone that i am not, something that i am not sure of. and although the five years i've spent carelessly people see as a miserable act - that's a part i wouldn't regret. i also met my other half, the one who treasure me in the option i chose back then (although i sometimes tease him with "what if i was supposed to marry a rich banker in another life??" - okay, bad wife that i am -__- )

but here's the thing i got to learn.

there's a silver lining at the end of storm.

(really, you never learnt of it before?)

i did learn, but never really saw one...until one day things look perfectly crystal clear. it just happened you know, one day you woke up in the morning and "aha!" life suddenly feels lighter.

and i question myself, why didn't i notice this before?

perhaps that remains a mystery..of how you gotta spend 5 careless years of rain just to see the rainbow. but even though i learned it the hard way, life just gives me a valuable lesson..

maybe marriage has something to do with it, having the extra shoulder to help carry your burden, but somehow it's a happy ending...before moving to another book.
 

brisk swish and a new day Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos