Jumat, 30 Januari 2009

when it rains...

Diposting oleh anindita di 19.09 0 komentar
Sigh... jakarta lagi ujan. Derasss banget. Dan kejadiannya tu pas saya uda kelar beres-beres, say 'have a nice weekend' to everyone at my office, melangkah riang menuruni tangga sambil bernyanyi-nyanyi, dan mau keluar kantor tiba-tiba.. JGERR! Petir.

Haah.. Haduh haduh. Ada payung sih, tapi kan pulangnya jalan kaki.. dan it takes time about 10-12 minutes buat saya untuk keujanan.. It takes the next 2 hours untuk membuat saya meriang..

Dan 10 menit kemudian saya punya ide cemerlang. Kenapa gak ngedeprok di tempat mas yoga aja?? Woww, ide brilian! Paling gak saya bisa menghabiskan waktu browsing-browsing sebentar, ngobrol-ngobrol sama mas yoga ato mas galih, maen-maen, dan segala macemnya yang siapa tau berujung pada rencana untuk nonton. Jadi saya bernyanyi-nyanyi riang lagi dengan naik lift ke lante 3, mempersiapkan penampilan paling imut untuk berkata "mas yogaa! aku maen disini ya??" dan ternyata.. pintunya uda ditutup. Aarghhh!



Dan akhirnya disinilah saya. Bermain di bagian umum. Minum teh sambil ngliatin bapak-bapak nonton suami-suami takut istri. Memandangi kaset james brown yang baru saya beli di lapak seberang kantor. Memandangi foto saya bersama susi susanti dan alan budikusuma di depan soto ayam ambengan kelapa gading kemaren malem. Menulis tulisan semacam ini untuk mengisi waktu sambil maen spider solitaire. Ffuhhh...


Jumat, 23 Januari 2009

Being seventeen and not feeling any good..

Diposting oleh anindita di 21.20 0 komentar
Dulu kayaknya waktu masi kecil, saya nganggep umur 17 dan 20 taun itu sesuatu yang keren banget. Paling gak, umur 17 itu kita uda bisa punya KTP, SIM, dst dst, dan jadi remaja seutuhnya gitu lo. (plak! menampar pipi sendiri karena menulis kalimat seburuk barusan). Intinya, saya dulu berpikir jadi 17 itu sesuatu yang istimewa, paling gak secara hukum kamu uda diakui jadi warga negara yang mandiri. Apa yang ga hebat dari itu coba? Di masa-masa itu dimana saya masi maen power rangers dan smackdown, kalo uda remaja berarti saya bakal bisa makan-makan di kafe bareng temen (ya, dangkal sekali memang), beli majalah Gadis, dan make lipstick.

Tapi pas uda seumur gini, sigh, ternyata biasa aja ya? Kayaknya di lingkaran umur saya, usia 17 itu uda terjadi waktu saya masi sma, dan saya yang sekarang ini setara dengan usia 25 taun. Mulai dari kuliah aja deh, pagi-pagi saya sudah terbiasa langsung bikin kopi dan baca koran, diiringi bunyi radio panasonic jaman belanda saya yang gede. Kayak bapak-bapak. Hmm, berulang tahun ke-17 di saat anda berada di dunia kerja memang ide buruk. Bukan karena tempatnya gak layak, tapi juga secara pemikiran.. kadang saya merasa saya tidak sedang berulang tahun ke-17. Sigh, saya tidak percaya saya benar-benar menulis keiriin saya pada anak muda jaman sekarang.

Senin, 17 November 2008

TWILIGHT

Diposting oleh anindita di 12.31 5 komentar

Rating:★★
Category:Books
Genre: Teens
Author:Stephenie Meyers
Well, sejujurnya bisa dibilang buku ini gak pernah kepikiran buat dibeli. Saya kurang suka novel atau film fantasi, lebih suka model-model based on real life karena masuk akal dan bisa dihayati. Dan yang saya denger, Twilight itu bercerita tentang kisah cinta manusia dengan vampir. Hmm, wajar kan kalo saya gak minat?

Begitu juga waktu novelnya mau difilmkan. Tetep gak tertarik, seperti halnya saya gak pernah tertarik baca LOTR, Eragon, dan The Golden Compass walaupun saya pernah nonton filmnya (dan bosan juga sih..). Apalagi pas crita-critaan sama teman, rata-rata bilang "hmm.. banyakan romance-nya sih.." Well, tapi semua itu berubah waktu saya liat poster dan salah satu scene dalam filmnya...

SIAPA..

SIAPA PRIA TAMPAN ITU???


(serius, ini alasan yang sebenarnya.. hehe..)

Dan akhirnya waktu acara Book Fair yang sebelahan sama Indocomtech 12-16 November kemaren, saya mutusin buat beli novelnya. Ngapain aja sih cowok itu? Dia siapa? Dia vampir? Trus ngapain? Kok ceweknya jelek sih? Berjuta pertanyaan yang harus kejawab dengan memuaskan in case filmnya sucks. Dan saking penasarannya saya bertekad buat ngabisin novelnya hari itu juga. Berdebar-debar, kebayang-bayang, dan waktu saya baca...

Hmm..

Wooh...

Nggghhh.... (tersipu-sipu sendiri)

Hmm...

Huarrgghhhh... (ngantuk)

Hmmm..

Ngghhhh...

Hmmm...


Kesimpulannya: DATAR.

Saya salah. Bukunya yang sucks. Kamu gak perlu menyesal di masa tuamu kok karena gak membaca novel ini. I mean it, makanya saya naroh genre film ini di Teens, bukan di Fantasy. Dunia vampir yang digambarkan emang well-built, tapi inti ceritanya bukan disitu. Kayak baca kisah cinta terlarang klise sehari-hari, tapi kali ini si cowok bukan seorang pengusaha muda yang mewarisi harta orangtuanya melainkan vampir berumur ratusan tahun yang stop aging. Dan kalo kamu bertanya kenapa hubungan cinta mereka harus diteruskan, I, myself, will stand up here and say it loud: What won't you fight for a guy like him, heh??
Cakep, tajir, dan fall in love at first sight with you?? Sementara kamu adalah cewek biasa-biasa dari kota kecil yang ceritanya cantik atau pinter banget juga kagak.

Well, membicarakan novel berarti membicarakan konflik. Bukan berarti disini gak ada konflik, tapi.. hhh, konfliknya sama sekali tidak membuat saya terkesan sampai-sampai membicarakannya saja pun saya malas. Mana lagi, yang bikin mangkel konfliknya itu diletakkan di posisi nyaris-akhir. Heughh.. 

Oke, novel ini emang dibawah ekspektasi saya. Tapi klo mau jujur, gak dibawah-bawah amat, mengingat masih based on real-life kok, dimana vampirnya sendiri emang gak memunculkan diri untuk mengusik manusia. Novel ini cocok buat cewek. Kisah cinta terlarang, prince charming, cewek dari kalangan biasa-biasa, gaya cerita yang ringan.. well, if that's what you need, read it!


Kamis, 06 November 2008

Seven Samurai (1954)

Diposting oleh anindita di 16.30 5 komentar

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Classics

What do you think of farmers? You think they're saints? Hah! They're foxy beasts! They say, "We've got no rice, we've no wheat. We've got nothing!" But they have! They have everything! Dig under the floors! Or search the barns! You'll find plenty! Beans, salt, rice, sake! Look in the valleys, they've got hidden warehouses! They pose as saints but are full of lies! If they smell a battle, they hunt the defeated! They're nothing but stingy, greedy, blubbering, foxy, and mean! God damn it all! But then who made them such beasts? You did! You samurai did it! You burn their villages! Destroy their farms! Steal their food! Force them to labour! Take their women! And kill them if they resist! So what should farmers do?


Pernah denger nama Akira Kurosawa? Dia adalah salah satu sutradara legendaris Jepang periode tahun 1940-1980an. Rasanya udah puluhan tahun saya nyari film-filmnya, dan akhirnya hari itu pun tiba! Saya dapat film ini!! Yaay! FYI, Seven Samurai ini salah satu masterpiece-nya selain Rashomon (1951), dan no wonder kalo saya begitu pengennya nonton film ini dan ternyata itu semua worth it

Ceritanya diawali dengan sekumpulan bandit berkuda yang baru aja menyerang dan menjarah hasil tani di sebuah desa. Mereka lalu mau nyerang desa lain di dekat situ, tapi si kepala bandit ngingetin kalo desa itu udah pernah mereka serang jadi sebaiknya mereka datang nanti begitu musim panen tiba. Percakapan itu didengar oleh salah satu penduduk desa tersebut, dan begitu dia nyampain ke penduduk desa lainnya, mereka semua jadi histeris. Akhirnya, ada yang ngusulin supaya mereka menghadap ke Grandad, tetua desa, untuk diberikan saran. Grandad pun ngasih ide supaya mereka menyewa samurai buat melindungi desa. Lebih jelasnya, karena mereka adalah desa miskin yang gak punya apa-apa buat dijadikan imbalan, misi mereka adalah 'mencari samurai lapar'.

Sampai di kota, gak gampang buat nemuin samurai yang semacam itu. Mereka lebih sering ditipu.. nawarin makanan enak tapi kemudian samurai-samurai itu pergi begitu saja. Keadaan tiga warga desa yang menjalani misi ini juga menyedihkan. Mereka membuat sepiring nasi lengkap untuk ditawarkan sementara sehari-hari mereka cuma makan millet (padi yah kayaknya) untuk diri sendiri. Sepuluh hari berlalu, mereka akhirnya berhasil mengajak samurai paruh baya bernama Kambei - meskipun Kambei dengan rendah hati berkata "saya belum pernah memenangkan pertempuran". Di sini Kambei memberitahu mereka kalau selain dirinya, desa itu juga memerlukan tambahan 6 samurai agar lebih optimal.

Berturut-turut setelah berpencar ke sekitar kota, mereka menemukan Gorobei, Shichiroji, Kyuzo, dan Heihachi. Orang keenam adalah Katsushiro, pria muda yang memohon agar bisa jadi murid Kambei. Orang ketujuh? Hmm, namanya Kikuchiyo, dan karakter Kikuchiyo yang diperankan dengan keren sekali oleh Toshiro Mifune inilah yang jadi daya tarik film ini. Seorang pria sembrono, sengak, dan bermulut kasar yang dengan caranya sendiri tau-tau berhasil menjadi anggota ketujuh.

Well, ketujuh orang inilah, dengan dipimpin Kambei menyusun strategi dan melatih penduduk desa untuk melindungi desa mereka. Adegan perangnya oke banget. Lebih keliat kayak film dokumenter ketimbang film fiksi kolosal. Saya jatuh cinta sama penyutradaraan Akira Kurosawa. Man, dia bener-bener jenius.. Film semacam ini benar-benar disutradarai oleh orang Asia pada tahun 1954! Dan satu lagi, buat Toshiro Mifune. Dia benar-benar menghidupkan karakter Kikuchiyo, mulai dari gesture dan cara bicaranya. Karakter orang seperti dia keliatannya udah agak pasaran sekarang, tapi entah deh jaman itu. Masih ada adegan romance di film ini, sederhana tapi bisa dirasakan vibe-nya. Cuman sekadar saling bertatapan, tapi terasa syahdu sekali.. film sekarang kalo belom cipokan sampe lemes belom puas kali.


Kelemahan film ini mungkin durasinya ya.. sekitar 3,5 jam lumayan bikin capek lah, apalagi gambarnya kurang mulus. Tapi buat penggemar film-film klasik, it's urgently recommended! Saya masi betah berkali-kali nonton film ini. I don't want to spoil the ending, but it's really touching my heart. Ending yang menekankan betapa luar biasanya makna sebuah perjuangan.

Senin, 15 September 2008

jatuh sakit

Diposting oleh anindita di 16.50 5 komentar
Kalo ada satu hal yang gak menyenangkan dari tubuh saya, itu adalah fakta kalo saya sering banget jatuh sakit.

Bayangiin... Kena hujan dikit, langsung flu dan sakit kepala. Kedinginan, badan mulai meriang. Telat makan dikit, perut uda gretok-gretok. Kalo mulai minum es, tenggorokan radang lagi. Dan kalo musim hujan, humm.. tentunya akan ada momen-momen dimana saya tergeletak selimutan di tempat tidur dengan bye-bye fever di jidat.

Dan saat ini, saya mulai sibuk bersin-bersin. Huff...

Jumat, 12 September 2008

comfortably numb...

Diposting oleh anindita di 16.22 1 komentar
Udah lama gak nulis di sini.. huff..

Biasanya klo ada yang bikin sebel, bikin marah-marah, saya akan langsung nulis. Emang sih gak semuanya di-post disini, tapi.. bugh.. mental pengecut kali ya? Ahahahaha. Gak ding. Enak aja. Menulis itu seperti terapi, dan sori aja, bentuk terapi saya bukan termasuk tulisan yang pantas buat dipublikasikan.

Dan mengingat udah lama juga gak nge-post, berarti akhir-akhir ini saya bahagia duoong.. Perkembangan yang bagus kan? Hihihi..

Udah ah. Males nulis lagi.

Selasa, 12 Agustus 2008

berwisata kuliner..

Diposting oleh anindita di 18.03 7 komentar
Well, beberapa hari yang lalu, saya merasa terintimidasi sama ajakan seorang teman buat datang ke festival jajanan bango. Oouchh, kapan lagi coba?? Selagi disini, selagi setiap saat konsumsi makanan saya cuma berupa asupan gizi dari warteg dan makanan-makanan di kafe-kafe mal yang paling banter cuma seminggu sekali, kapan lagi bisa coba makanan yang lebih bervariasi? Gak ada alasan buat menolak kan? Iya kan, iya kan?

Karena itulah pada hari-H, saya bertekad untuk mengurangi porsi makan. Saya jarang makan malam, perut cepat penuh, jadi untuk hari itu saya sarapan lengkap dan gak makan siang, rencananya mau beli yoghurt. Tapi sayang sekali, siang itu orang kantor malah beliin m
akanan. Dan porsinya.. heuhh, besar banget. Mau nangis ngeliatnya.. Huhuhu. Akhirnya rencana buat gak makan siang gagal total. Dan sayangnya juga, saya tipe orang yang selalu menghabiskan makan. Huhuhuhuhu...

So, pada akhirnya ketika ke festival jajanan bango, keadaan saya udah kayak orang hamil 4 bulan yang ngiler tiap liat makanan, tapi mau muntah kalo disodori. Aargghh, kesel banget rasanya liat ada yang bisa makan lahap sementara saya cuma makan es krim Ragusa dan es duren!
Jadi bisa disimpulkan, wisata kuliner ke sana gagal total.


Hari-hari berlalu, suatu hari denger-denger klo kantor ngadain bazar. Oh, garis bawahi: dharma wanita kantor. Dan sebagai seorang wanita, tentu saj
a saya datang! Sebenarnya gak ngebet banget datang sih, nunggu jam istirahat. Tapi waktu seorang teman yang bilang klo bos besar (yeah, yang TERBESAR di kantor ini) menyuruh kami pergi ke sana, saya jadi sedikit termotivasi. Dan ditambah dengan sedikit keterpaksaan karena dia ngancam mau bunuh diri kalo saya gak nyamperin, jadilah kami ke sana jam setengah 11 (maafkan saya rakyat Indonesia.. ini perintah atasan..)

Guess what, begitu masuk, yang terhampar di hadapan kami adalah kios-kios makanan.

UWOOOOOHHHH!! Tiba-tiba saja perut mulai mengeluarkan cairan-cairan asam. Diputuskan: keliling-keliling dulu baru kita wisata kuliner disini.

Masuk ke dalem, heuhh.. Saya mulai merasakan atmosfer-atmosfer dharma wanita yang khas dengan gerombolan ibu-ibu kebayaan di sana sini. Pake ada acara pesyen syow segala. Ckckck.. Kasian amat ibu-ibu seusia itu disodorin pakaian-pakaian dari model-model tinggi semampai gitu. Oke, skip it (ngomongnya sih skip, padahal saya lamaa banget melototin model-model itu, hehehe..), habis itu saya menyusuri booth-booth lain. Standar lah ya, namanya aja acara dharma wanita, yang ada ya orang jual pakaian, tas, sepatu, seprai, panci-panci, sampe sembako. Heuhh, pakaiannya batik semuuaaa! Rada males ngeliatinnya. Dan waktu ketemu pakaian yang lumayan bagus-menurut-saya, ternyata pakaian anak-anak. Yayaya, dan yang lebih buruk, ukurannya masi kebesaran. Sebel.
Ngelewatin booth-booth yang jual barang-barang etnik, ehh tiba-tiba ada mbak yang langsung nyemprotin parfum. Hehh?? Kaget banget liatnya! Apalagi parfumnya.. ewh, totally not my scent. Walaupun kata temen-temen saya gak punya aroma, saya masi punya taste dunk, dan wangi parfum itu membuat saya merasa seperti bos-bos yang wanginya kecampur sama wangi simpanannya.

Akhirnya, setelah muter-muter gak jelas dan teman saya mendapatkan sepotong kaos, kami melakukan ritual itu. MAKAN!
Nah, makanan pertama yang kami santap adalah SROTO SUKARAJA. Lumayan sih, tapi karena perpaduan lontong, kacang, ayam cubit, krupuk, dan toge-nya dalam komposisi yang sama besar, rasanya jadi agak aneh gitu.. makan lontong tapi kriuk-kriuknya banyak banget. Apa emang gini yo makanannya? Apapun itu yang penting main course udah dapet lah. Beranjak ke makanan lain yang maaf-saya-tidak-tau-namanya. Bentuknya kayak takoyaki warna coklat muda, tapi isinya keju, trus dikasi gula halus. Lumayan enak. Sementara itu, dem makan empek-empek. Well karena saya gak doyan empek-empek saya gak ikutan. Naah, habis itu makan es kacang merah! Slurpp..

Yaa, setelah itu semua, perjalanan saya pun akhirnya berakhir. Kami pun memutuskan untuk balik ke kantor dan membuang beberapa kalori dengan berjalan kaki dan naik tangga. Jadi kesimpulannya, meskipun cuma menyantap 3 jenis makanan, wisata kuliner kali ini lebih sukses lah! Mau yang lebih sukses? Tunggu bazar hari kedua besok.. Xixixixi...

 

brisk swish and a new day Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos