Senin, 17 November 2008

TWILIGHT

Diposting oleh anindita di 12.31 5 komentar

Rating:★★
Category:Books
Genre: Teens
Author:Stephenie Meyers
Well, sejujurnya bisa dibilang buku ini gak pernah kepikiran buat dibeli. Saya kurang suka novel atau film fantasi, lebih suka model-model based on real life karena masuk akal dan bisa dihayati. Dan yang saya denger, Twilight itu bercerita tentang kisah cinta manusia dengan vampir. Hmm, wajar kan kalo saya gak minat?

Begitu juga waktu novelnya mau difilmkan. Tetep gak tertarik, seperti halnya saya gak pernah tertarik baca LOTR, Eragon, dan The Golden Compass walaupun saya pernah nonton filmnya (dan bosan juga sih..). Apalagi pas crita-critaan sama teman, rata-rata bilang "hmm.. banyakan romance-nya sih.." Well, tapi semua itu berubah waktu saya liat poster dan salah satu scene dalam filmnya...

SIAPA..

SIAPA PRIA TAMPAN ITU???


(serius, ini alasan yang sebenarnya.. hehe..)

Dan akhirnya waktu acara Book Fair yang sebelahan sama Indocomtech 12-16 November kemaren, saya mutusin buat beli novelnya. Ngapain aja sih cowok itu? Dia siapa? Dia vampir? Trus ngapain? Kok ceweknya jelek sih? Berjuta pertanyaan yang harus kejawab dengan memuaskan in case filmnya sucks. Dan saking penasarannya saya bertekad buat ngabisin novelnya hari itu juga. Berdebar-debar, kebayang-bayang, dan waktu saya baca...

Hmm..

Wooh...

Nggghhh.... (tersipu-sipu sendiri)

Hmm...

Huarrgghhhh... (ngantuk)

Hmmm..

Ngghhhh...

Hmmm...


Kesimpulannya: DATAR.

Saya salah. Bukunya yang sucks. Kamu gak perlu menyesal di masa tuamu kok karena gak membaca novel ini. I mean it, makanya saya naroh genre film ini di Teens, bukan di Fantasy. Dunia vampir yang digambarkan emang well-built, tapi inti ceritanya bukan disitu. Kayak baca kisah cinta terlarang klise sehari-hari, tapi kali ini si cowok bukan seorang pengusaha muda yang mewarisi harta orangtuanya melainkan vampir berumur ratusan tahun yang stop aging. Dan kalo kamu bertanya kenapa hubungan cinta mereka harus diteruskan, I, myself, will stand up here and say it loud: What won't you fight for a guy like him, heh??
Cakep, tajir, dan fall in love at first sight with you?? Sementara kamu adalah cewek biasa-biasa dari kota kecil yang ceritanya cantik atau pinter banget juga kagak.

Well, membicarakan novel berarti membicarakan konflik. Bukan berarti disini gak ada konflik, tapi.. hhh, konfliknya sama sekali tidak membuat saya terkesan sampai-sampai membicarakannya saja pun saya malas. Mana lagi, yang bikin mangkel konfliknya itu diletakkan di posisi nyaris-akhir. Heughh.. 

Oke, novel ini emang dibawah ekspektasi saya. Tapi klo mau jujur, gak dibawah-bawah amat, mengingat masih based on real-life kok, dimana vampirnya sendiri emang gak memunculkan diri untuk mengusik manusia. Novel ini cocok buat cewek. Kisah cinta terlarang, prince charming, cewek dari kalangan biasa-biasa, gaya cerita yang ringan.. well, if that's what you need, read it!


Kamis, 06 November 2008

Seven Samurai (1954)

Diposting oleh anindita di 16.30 5 komentar

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Classics

What do you think of farmers? You think they're saints? Hah! They're foxy beasts! They say, "We've got no rice, we've no wheat. We've got nothing!" But they have! They have everything! Dig under the floors! Or search the barns! You'll find plenty! Beans, salt, rice, sake! Look in the valleys, they've got hidden warehouses! They pose as saints but are full of lies! If they smell a battle, they hunt the defeated! They're nothing but stingy, greedy, blubbering, foxy, and mean! God damn it all! But then who made them such beasts? You did! You samurai did it! You burn their villages! Destroy their farms! Steal their food! Force them to labour! Take their women! And kill them if they resist! So what should farmers do?


Pernah denger nama Akira Kurosawa? Dia adalah salah satu sutradara legendaris Jepang periode tahun 1940-1980an. Rasanya udah puluhan tahun saya nyari film-filmnya, dan akhirnya hari itu pun tiba! Saya dapat film ini!! Yaay! FYI, Seven Samurai ini salah satu masterpiece-nya selain Rashomon (1951), dan no wonder kalo saya begitu pengennya nonton film ini dan ternyata itu semua worth it

Ceritanya diawali dengan sekumpulan bandit berkuda yang baru aja menyerang dan menjarah hasil tani di sebuah desa. Mereka lalu mau nyerang desa lain di dekat situ, tapi si kepala bandit ngingetin kalo desa itu udah pernah mereka serang jadi sebaiknya mereka datang nanti begitu musim panen tiba. Percakapan itu didengar oleh salah satu penduduk desa tersebut, dan begitu dia nyampain ke penduduk desa lainnya, mereka semua jadi histeris. Akhirnya, ada yang ngusulin supaya mereka menghadap ke Grandad, tetua desa, untuk diberikan saran. Grandad pun ngasih ide supaya mereka menyewa samurai buat melindungi desa. Lebih jelasnya, karena mereka adalah desa miskin yang gak punya apa-apa buat dijadikan imbalan, misi mereka adalah 'mencari samurai lapar'.

Sampai di kota, gak gampang buat nemuin samurai yang semacam itu. Mereka lebih sering ditipu.. nawarin makanan enak tapi kemudian samurai-samurai itu pergi begitu saja. Keadaan tiga warga desa yang menjalani misi ini juga menyedihkan. Mereka membuat sepiring nasi lengkap untuk ditawarkan sementara sehari-hari mereka cuma makan millet (padi yah kayaknya) untuk diri sendiri. Sepuluh hari berlalu, mereka akhirnya berhasil mengajak samurai paruh baya bernama Kambei - meskipun Kambei dengan rendah hati berkata "saya belum pernah memenangkan pertempuran". Di sini Kambei memberitahu mereka kalau selain dirinya, desa itu juga memerlukan tambahan 6 samurai agar lebih optimal.

Berturut-turut setelah berpencar ke sekitar kota, mereka menemukan Gorobei, Shichiroji, Kyuzo, dan Heihachi. Orang keenam adalah Katsushiro, pria muda yang memohon agar bisa jadi murid Kambei. Orang ketujuh? Hmm, namanya Kikuchiyo, dan karakter Kikuchiyo yang diperankan dengan keren sekali oleh Toshiro Mifune inilah yang jadi daya tarik film ini. Seorang pria sembrono, sengak, dan bermulut kasar yang dengan caranya sendiri tau-tau berhasil menjadi anggota ketujuh.

Well, ketujuh orang inilah, dengan dipimpin Kambei menyusun strategi dan melatih penduduk desa untuk melindungi desa mereka. Adegan perangnya oke banget. Lebih keliat kayak film dokumenter ketimbang film fiksi kolosal. Saya jatuh cinta sama penyutradaraan Akira Kurosawa. Man, dia bener-bener jenius.. Film semacam ini benar-benar disutradarai oleh orang Asia pada tahun 1954! Dan satu lagi, buat Toshiro Mifune. Dia benar-benar menghidupkan karakter Kikuchiyo, mulai dari gesture dan cara bicaranya. Karakter orang seperti dia keliatannya udah agak pasaran sekarang, tapi entah deh jaman itu. Masih ada adegan romance di film ini, sederhana tapi bisa dirasakan vibe-nya. Cuman sekadar saling bertatapan, tapi terasa syahdu sekali.. film sekarang kalo belom cipokan sampe lemes belom puas kali.


Kelemahan film ini mungkin durasinya ya.. sekitar 3,5 jam lumayan bikin capek lah, apalagi gambarnya kurang mulus. Tapi buat penggemar film-film klasik, it's urgently recommended! Saya masi betah berkali-kali nonton film ini. I don't want to spoil the ending, but it's really touching my heart. Ending yang menekankan betapa luar biasanya makna sebuah perjuangan.

Senin, 15 September 2008

jatuh sakit

Diposting oleh anindita di 16.50 5 komentar
Kalo ada satu hal yang gak menyenangkan dari tubuh saya, itu adalah fakta kalo saya sering banget jatuh sakit.

Bayangiin... Kena hujan dikit, langsung flu dan sakit kepala. Kedinginan, badan mulai meriang. Telat makan dikit, perut uda gretok-gretok. Kalo mulai minum es, tenggorokan radang lagi. Dan kalo musim hujan, humm.. tentunya akan ada momen-momen dimana saya tergeletak selimutan di tempat tidur dengan bye-bye fever di jidat.

Dan saat ini, saya mulai sibuk bersin-bersin. Huff...

Jumat, 12 September 2008

comfortably numb...

Diposting oleh anindita di 16.22 1 komentar
Udah lama gak nulis di sini.. huff..

Biasanya klo ada yang bikin sebel, bikin marah-marah, saya akan langsung nulis. Emang sih gak semuanya di-post disini, tapi.. bugh.. mental pengecut kali ya? Ahahahaha. Gak ding. Enak aja. Menulis itu seperti terapi, dan sori aja, bentuk terapi saya bukan termasuk tulisan yang pantas buat dipublikasikan.

Dan mengingat udah lama juga gak nge-post, berarti akhir-akhir ini saya bahagia duoong.. Perkembangan yang bagus kan? Hihihi..

Udah ah. Males nulis lagi.

Selasa, 12 Agustus 2008

berwisata kuliner..

Diposting oleh anindita di 18.03 7 komentar
Well, beberapa hari yang lalu, saya merasa terintimidasi sama ajakan seorang teman buat datang ke festival jajanan bango. Oouchh, kapan lagi coba?? Selagi disini, selagi setiap saat konsumsi makanan saya cuma berupa asupan gizi dari warteg dan makanan-makanan di kafe-kafe mal yang paling banter cuma seminggu sekali, kapan lagi bisa coba makanan yang lebih bervariasi? Gak ada alasan buat menolak kan? Iya kan, iya kan?

Karena itulah pada hari-H, saya bertekad untuk mengurangi porsi makan. Saya jarang makan malam, perut cepat penuh, jadi untuk hari itu saya sarapan lengkap dan gak makan siang, rencananya mau beli yoghurt. Tapi sayang sekali, siang itu orang kantor malah beliin m
akanan. Dan porsinya.. heuhh, besar banget. Mau nangis ngeliatnya.. Huhuhu. Akhirnya rencana buat gak makan siang gagal total. Dan sayangnya juga, saya tipe orang yang selalu menghabiskan makan. Huhuhuhuhu...

So, pada akhirnya ketika ke festival jajanan bango, keadaan saya udah kayak orang hamil 4 bulan yang ngiler tiap liat makanan, tapi mau muntah kalo disodori. Aargghh, kesel banget rasanya liat ada yang bisa makan lahap sementara saya cuma makan es krim Ragusa dan es duren!
Jadi bisa disimpulkan, wisata kuliner ke sana gagal total.


Hari-hari berlalu, suatu hari denger-denger klo kantor ngadain bazar. Oh, garis bawahi: dharma wanita kantor. Dan sebagai seorang wanita, tentu saj
a saya datang! Sebenarnya gak ngebet banget datang sih, nunggu jam istirahat. Tapi waktu seorang teman yang bilang klo bos besar (yeah, yang TERBESAR di kantor ini) menyuruh kami pergi ke sana, saya jadi sedikit termotivasi. Dan ditambah dengan sedikit keterpaksaan karena dia ngancam mau bunuh diri kalo saya gak nyamperin, jadilah kami ke sana jam setengah 11 (maafkan saya rakyat Indonesia.. ini perintah atasan..)

Guess what, begitu masuk, yang terhampar di hadapan kami adalah kios-kios makanan.

UWOOOOOHHHH!! Tiba-tiba saja perut mulai mengeluarkan cairan-cairan asam. Diputuskan: keliling-keliling dulu baru kita wisata kuliner disini.

Masuk ke dalem, heuhh.. Saya mulai merasakan atmosfer-atmosfer dharma wanita yang khas dengan gerombolan ibu-ibu kebayaan di sana sini. Pake ada acara pesyen syow segala. Ckckck.. Kasian amat ibu-ibu seusia itu disodorin pakaian-pakaian dari model-model tinggi semampai gitu. Oke, skip it (ngomongnya sih skip, padahal saya lamaa banget melototin model-model itu, hehehe..), habis itu saya menyusuri booth-booth lain. Standar lah ya, namanya aja acara dharma wanita, yang ada ya orang jual pakaian, tas, sepatu, seprai, panci-panci, sampe sembako. Heuhh, pakaiannya batik semuuaaa! Rada males ngeliatinnya. Dan waktu ketemu pakaian yang lumayan bagus-menurut-saya, ternyata pakaian anak-anak. Yayaya, dan yang lebih buruk, ukurannya masi kebesaran. Sebel.
Ngelewatin booth-booth yang jual barang-barang etnik, ehh tiba-tiba ada mbak yang langsung nyemprotin parfum. Hehh?? Kaget banget liatnya! Apalagi parfumnya.. ewh, totally not my scent. Walaupun kata temen-temen saya gak punya aroma, saya masi punya taste dunk, dan wangi parfum itu membuat saya merasa seperti bos-bos yang wanginya kecampur sama wangi simpanannya.

Akhirnya, setelah muter-muter gak jelas dan teman saya mendapatkan sepotong kaos, kami melakukan ritual itu. MAKAN!
Nah, makanan pertama yang kami santap adalah SROTO SUKARAJA. Lumayan sih, tapi karena perpaduan lontong, kacang, ayam cubit, krupuk, dan toge-nya dalam komposisi yang sama besar, rasanya jadi agak aneh gitu.. makan lontong tapi kriuk-kriuknya banyak banget. Apa emang gini yo makanannya? Apapun itu yang penting main course udah dapet lah. Beranjak ke makanan lain yang maaf-saya-tidak-tau-namanya. Bentuknya kayak takoyaki warna coklat muda, tapi isinya keju, trus dikasi gula halus. Lumayan enak. Sementara itu, dem makan empek-empek. Well karena saya gak doyan empek-empek saya gak ikutan. Naah, habis itu makan es kacang merah! Slurpp..

Yaa, setelah itu semua, perjalanan saya pun akhirnya berakhir. Kami pun memutuskan untuk balik ke kantor dan membuang beberapa kalori dengan berjalan kaki dan naik tangga. Jadi kesimpulannya, meskipun cuma menyantap 3 jenis makanan, wisata kuliner kali ini lebih sukses lah! Mau yang lebih sukses? Tunggu bazar hari kedua besok.. Xixixixi...

Senin, 11 Agustus 2008

i'm not fat!!!

Diposting oleh anindita di 12.07 5 komentar
Beberapa minggu lalu, ada seorang teman kerja yang tiba-tiba nanya gini:
"Ris, tambah gemuk ya?"

Well, karena waktu itu saya lagi ngerjain sesuatu di depan kompie sambil misuh-misuh gara-gara ni kompie kena virus dan saya pikir orang itu cuma mau cari bahan obrolan aja, tanpa noleh saya jawab seenaknya:

"Emang.."
Dan terus ngetik.

Lalu dengan nada keheranan ternyata orang itu lanjut ngomong gini:
"Soalnya kan dulu pas baru masuk kamu gak segitu.. Sekarang kayaknya nambah 2-3 gitu deh.."

Saya langsung diam. Tangan otomatis berhenti ngetik.


Huwwaaaaaaaaaaaaaa!! Lancang kamu, ya!! Kotor mulut kamu! Dasar anak muda gak sopan! Gak tau diri! Gak tau etika! Ndak punya adat! Beraninya ngomong gitu sama anak gadis orang! $&%&^&**()*(%^^$%%^&&*&*&*%##@


Habis itu saya langsung ke toilet. Ngaca, dan merhatiin baik-baik. Waktu itu di ruangan belum ada timbangan badan jadi untuk ngukur perkembangan berat badan saya mengandalkan intuisi. Liat sana, liat sini, akhirnya saya bisa menghela napas panjang.

Yeeeh, saya gak nambah endut kali!! Ini bajunya aja yang kelonggaran jadi keliatan lebih berisi! Itu cuma ilusi mata! Kenyataannya saya emang gak nambah endut!!
(ya ris, katakan itu berulang-ulang.. kamu tidak endut.. kamu tidak endut.. tatap mata saya.. kamu tidak endut..)

Waktu kecil ngeliat foto-foto saya kok saya ga ada rasa apa-apa. Kurus gak, tembem lucu juga gak. Yang keliatan 'sehat' malah adek saya yang cowok. Beugghhh, kok bisa waktu kecil dia lucu dan tembem-tembem gitu?? Besarnya malah bikin melas. Mau nangis rasanya kalo liat dia buka baju. Trus sepanjang proses kedewasaan saya (ceilah) IBM juga normal-normal aja. Oke, saya makan banyak, tapi saya selalu mengimbanginya dengan tepat, walaupun kadang-kadang masi harus dibantu yakult atau vegeta (atau minuman apa tuh yang ada iklannya di baswei, janjinya dalam waktu 3 hari perut kita bakal jadi sixpack dan flat gitu..). Kesimpulannya, saya gak endut!! Saya curvy, tapi gak endut! Saya sehat! Walaupun saya kayaknya masi harus nurunin beberapa kilo lagi tapi yang penting kan saya masi bisa mempesona! Dan yang paling penting, lingkar pinggang saya kurang dari 4 jengkal! Hahahaha, kasian kalian! Kalian iri kan karena pinggang saya kurang dari 4 jengkal?? Iya kan?? Iya kaaan??





catatan: Posting ini saya tulis sebelum ke Festival Jajanan Bango.

Jumat, 20 Juni 2008

belah duren

Diposting oleh anindita di 13.40 9 komentar
Hmm, saya mau bercerita tentang kejadian kemaren. Ada seorang teman baru keluar dari rumah sakit dan parahnya, kami sama sekali gak ada yang tau. Bukan, bukan. Bukan gak tau klo dia keluar dari rumah sakit, tapi gak tau kalo dia sakit dan sampe diopname segala. Parah kan? Heuff, jadi ya gitu. Sebagai permintaan maaf dan sekaligus pingin jenguk, seorang teman lainnya yang biasa saya panggil Giant ngasi ide buat beliin buah. Jadi kemudian, kami ngumpulin duit buat beli buah pas jam makan siang (heuff, dan 2 hari ini kami selalu makan siang rame-rame. Menyenangkan).

Sudah? Well, kalo sampe sebatas itu normal kali yah. Beberapa orang patungan membeli buah untuk temannya yang sedang sakit, dan karena sakit temannya itu maag, buah yang akan dibeli pun kami pikirkan masak-masak. Pisang, melon, semangka. Nah, setelah semua menyumbang, duit yang terkumpul ternyata banyak banget. Maksudnya, terlalu banyak lah untuk sekedar membeli 3 item buah yang ditujukan hanya untuk 1 orang. Wooh, entah dapat petunjuk darimana, menimbang bahwa besok (hari ini, yeah) ada teman-teman yang bakal dapat surat penempatan, akhirnya giant dan keset melontarkan sebuah ide gathering dengan memanfaatkan dana yang tersedia.

A PARTY.
A BIG PARTY WHERE ALL THE MALANG ALUMNISTS ARE INVITED.
A DUREN PARTY.

Wait, wait, bagian 'party'-nya memang masih bisa dimengerti, tapi kok ada embel-embel 'duren' di depannya?? Beralasan bahwa karena kita bakal ngasi buah jadi sekalian aja kita beli buah buat dimakan rame-rame juga.. yeah, oke, masuk akal, tapi, ya ampun, duren? DUREN?? Duren benda bulat berduri-duri yang kalo dimakan lebih dari 3 biji langsung eneg itu?? (masi melengos tak paham)

Oke, oke. Lalu kemudian ketika menagih keset yang gak datang-datang karena ya-ampun-besok-bosnya-dateng-tapi-dia-baru-ngerjain-tugas-dari-bosnya-jam-segini-dasar-gendut, saya jadi ngerti kenapa dia dan giant sepaham.

"Gilak, uda hampir setahun kayaknya aku gak makan duren!"
......................
Cih, bawa-bawa obsesi pribadi. Dasar dua orang gendut.

Heuff, trus saya, keset, dan kocok berangkat ke atrium, dan uda ditunggu sama 6 makhluk lainnya. Setelah makan malam, kami langsung ke foodmart beli buah-buahan tersebut. Liat duren yang gede-gede, langsung dicomot aja 2 biji. Trus setelah beli pisang, melon, dan semangka yang jadi sasaran utama, kami beli 2 botol aqua dan anggur (buat yang gak makan duren). Pergi ke kasir, humm.. giant berpikir-pikir.. Kayaknya bakal kurang deh kalo durennya cuma 2.. Woi, ambil durennya satu lagi! Cepetan, mumpung belum dibayar! Wooi! Wooooi!!

Kemudian keset datang dengan sebuah duren. Duren terbesar yang ada di etalase.
"Ini man.. 62 ribu.."

Ya. Cukup untuk membuat dua petugas di tempat kasir itu senyum-senyum ga jelas. Dan dengan pedenya giant ngomong, "iya ni mbak, mau pesta kami.." Eergh, what the heck?? Ada gitu orang pesta makan duren?? Pesta buat ibu hamil maksudnya?? Malem-malem gini? Oh, oke, maaf, saya sedikit emosional hari ini. Maafkan saya teman-teman. Bukan maksud saya begitu. Jadi setelah membeli kami langsung berangkat ke kosan temen yang secara spontan kami jadikan tuan rumah gathering instan kali ini. Dan uwoooh, banyak juga teman-teman disana! Jadi serasa reuni, euy, hihihi, inget lagi soal berita penempatan mereka malah bikin sedih. Sebelum puncak acara, nagih sumbangan dulu donk. Btw teman saya yang baru sembuh itu emang masi keliatan lemes, gak seenergik sebelumnya, tapi dia masi aja bisa gitu ngajak nonton bunkasai hari Sabtu. Hiyah, apa yang ada di pikiranmu, nak! Tapi apapun itu, tujuan pesta kan bersenang-senang, dan kali ini, gathering pula. Dinikmati saja lah. Jadi, ayo ayo, belah durennya!

Duren pertama dibelah.
Uwooh, menggoda euy! Begitu dibelah langsung banyak tangan-tangan jahil yang berusaha menjamah. Dan karena ukurannya gede, ya lumayan banyak lah isinya, lagipula diantara sekitar 18 anak yang hadir saat itu yang aktif menjamah ga sampe 10 orang (saya termasuk donk). Sisanya ada yang cuma sekadar nyicip, dan yang lain gak makan sama sekali. Huhu, wateper lah, yang jelas karena kontribusi mereka, kami ber-hampir-10 bisa makan dengan nikmat.

Duren kedua dibelah.
Wooh, lebih montok malah! Disini para peserta mulai berguguran. Saya juga, cuma bisa nyicip 1, kan uda makan malam euy, kenyang. Lebih manis yang pertama emang, ini mah menang montok aja. Tapi tetep ada lah sebagian orang yang dengan liarnya begitu tergoda dengan kemolekan sang duren sehingga terus makan lagi dan lagi. Di sesi ini, para peserta kemudian beristirahat (syahh, bahasanya). Haha, sebenarnya alasannya sih si pembelah uda capek. Kasian dunk. Jadi kemudian ngobrol-ngobrol, foto-foto, ngemil yang lain, makan anggur, minum, dan si pemilik kost yang notabene masi mbak-mbak lewat dan mengeluarkan petuahnya "itu nanti diberesin ya!"
Hihihi, iya ya. Berantakan banget. Kulit duren dimana-mana. Bijinya, everyone, ada yang ngumpulin bijinya? Kan enak direbus.

Naah, menjelang jam setengah 9an, tiba-tiba teringat. Masi ada duren ketiga. Aaargh, tidak, saya uda ga sanggup, uda golden age. Orang-orang juga ga terlalu bernapsu lagi pas pembelahan terjadi. Ehh, ternyata masi ada yang doyan lo! Renny, giant, keset, dan aan. Bwehh, standing ovation buat renny! Padahal dibanding saya, sebagai cewek badannya lebih kecil, lebih kurus (saya benci harus menuliskan kata ini) tapi ternyata lebih badak. Jauh lebih badak malah. Ah, merasa sedikit tersaingi. Baru aja memberikan standing ovation, tiba-tiba keset muncul dengan daging duren yang lebih besar. Bwahahahahahhahaah, badak yang asli datang! Dua makhluk ini harus diabadikan keberadaannya! Huahahaha! Yayaya, jadi malam itu pada acara gathering kami telah menemukan king and queen of the night. Wedewh, hebat juga mereka ini. Hihihihi.

Sesi terakhir, hmm.. akhirnya merencanakan sebuah gathering yang skalanya lebih besar. Hoho, ga perlu ditulis disinilah, kan belum kejadian. Tapi overall, duren party hari itu enak juga, hihihii, sorry for making too much complaints, guys. Oia, gudlak buat pengumuman penempatan hari ini!

(kekenyangan.. heugh.. uda pagi perut masi penuh juga..)
 

brisk swish and a new day Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos