Jumat, 05 Juni 2009

bosaaaaannnn.....

Diposting oleh anindita di 16.15 3 komentar
I hate normal day, just like this. Membosankan. Gak ada yang beda sama sekali dengan hari ini, saya tetap berangkat jam 7.45, terbangun dengan earphone membelit leher, bantal jatuh di lantai, dan minum aer putih setelah bangun. It's always the same, saya sampai bosan mengulanginya.
Tapi, well, walaupun hari-hari saya kebanyakan diawali dengan seperti ini, ketika di kantor saya mulai disibukkan dengan angka-angka, rekap, dan segala macamnya, kebosanan saya sirna. Bukannya saya suka kerja banget, tapi saya cuma gak suka gak melakukan apa-apa. Dan ini adalah hari dimana kerjaan saya dikit dan cepat selese, dan sepanjang hari saya cuma bisa mengeluh bosan. Saya gak punya ide buat ngapa-ngapain, saya gak punya topik menarik untuk diobrolin, saya gak punya seseorang untuk saya ganggu dengan komplain-komplain saya mengenai betapa membosankannya hari ini, dan akhirnya saya berhenti disini, menulis. Yak, menulis adalah hal terbaik yang bisa saya pikirkan.. walaupun saya masi gak tau apa yang harus saya tulis.


Humm, kondisi saya sekarang:

current mood: bored
drinking: mineral water
eating: bakmi GM, just now
looking at: photographs of Matt Bellamy at Muse's concert in jakarta, as my wallpaper
listening to: lagunya dewa yang entah apa judulnya, dari kompi sebelah, berduet dengan seorang penyanyi yang-merasa-dirinya-musisi-hebat
chatting with: blackhell, ijenggotan, sobur, mas sandry
talking about: our trip to Jogja-Magelang
singing: yesterday - the beatles
what i really want to say: ooh, crap, berentilah menyanyi dibuat-buat as if you are Pongky jikustik's wife! Matt Bellamy could die of this, and your singing's to blame!


hey, who knows writing can heal? i feel much better now.. 

Kamis, 04 Juni 2009

superbroke

Diposting oleh anindita di 09.57 11 komentar
I am broke! Officially!

Oh myyyy God, last night i checked my balance and it showed up as 500k only! Gahh, i am really broke, didn't i mention it before? I haven't even paid the rent, bought the flight ticket, new shoes, but what can i do with 500 bucks?? Will it be even enough for my funeral?

Jezz.... I don't know what to do! I think I have worked hard, harder than such bloody newbies who get money and travel easily,, but this job hasn't offered me good payment....alright, it doesn't yet.. I stopped my parents' allowance in the name of independence since I got here in jakarta, and while it's my second year here, my saving has dropped sharply and for the last 2 months i have to struggle with my life being underpaid, with no savings!

Ahh,, i should think about part-time job, i guess.. Hiks.

Selasa, 26 Mei 2009

absurd...

Diposting oleh anindita di 00.59 6 komentar
Waktu itu saya cuma sulit membayangkan, teman yang rasanya baru beberapa hari lalu mendengarkan curhat-curhat bodoh saya yang kekanak-kanakan, yang beberapa hari lalu minjemin saya komik, yang beberapa hari lalu bikinin saya onigiri buat sarapan, tiba-tiba jadi istri orang.. Whew, it's a very big step guys don't u think? Saya cuma bisa melongo.. Okeh you can slap me if you think that i'm being possesive over my friends, or i'm being so childish, so immature that i don't give any responds to the news but being silent.. How can you not melongo, if you feel just like me, a child trapped in adults' world, where everybody's talkin' about marriage plan and you still talk about what you gonna do in weekends? You still play the same games in the backyard, but suddenly your playmates one by one disappear..and you're left alone..
Huhh, maafkan saya teman-teman, bukan masalah ga rela ato apa, jelas saya rela, i care about your happiness, it's just me feeling like..a child and immature, maybe.

Selasa, 07 April 2009

kaki ini membunuhku..

Diposting oleh anindita di 17.00 4 komentar
kalau kamu pernah baca majalah-majalah remaja, kadang-kadang si seleb yang jadi bahasan di majalah itu ditanyai gini: 'bagian apa sih yang paling kamu suka dari tubuh kamu?' (dan ada yang pernah menjawab "hati saya". jiiiihhhh...)

yah tapi karena kamu sedang membaca blog dari seorang anak yang skeptis, yang selalu menulis blog ketika sedang bersusah hati, pertanyaan yang sedang saya ingin jawab sekarang adalah: "bagian apa sih yang tidak kamu suka dari tubuh kamu?" dan saya langsung menjawabnya dengan blog ini..

yak, kaki saya baru saja sukses menjebol sepatu mahal yang baru saya pake selama sebulan. sebulan. mahal. tolong tekankan disitu. dan lama-lama kebiasaan seperti ini sudah menjadi sangat keterlaluan, teman.. awal-awal saya beli sepatu cuma karena modelnya, dan dua bulan kemudian rusak, saya cuma berpikir, "ah.. namanya juga sepatu murahan.." dan dengan sengaknya saya melemparnya ke bak sampah. kemudian saya beli 2 sepatu murah sekaligus biar bisa dipake ganti-gantian.. lumayan awet (mungkin karena ganti-gantian ya?) sampe 3 bulan, tapi kemudian rusaknya barengan, jadi saya lempar mereka dalam satu plastik. terus saya dapat rejeki lebih jadi bisa beli gantinya yang agak mahalan, dan ternyata cuma tahan 2 bulan juga.. saya belum putus asa dan masi merasa senang dengan sepatu mahal, kali ini beli 2 sekaligus.. dan 2 bulan berikutnya sepatu pertama teronggok di bak sampah.. (yang satunya uda cukup mengenaskan tapi masi saya sayang-sayang)

akhirnya berikutnya saya memutuskan untuk membeli sepatu murah saja untuk ke kantor.. tercatat sudah ada 4 sepatu mahal dan 6 sepatu murah yang pernah saya pakai.. hebat bukan? *hidung kembang kempis* dimana lagi kamu bisa memperoleh orang dengan kemampuan sedestruktif ini? dan sepatu mahal yang baru saya rusakkan ini, sebenarnya dibelikan teman saya, dan saya sudah milih yang bentuknya terlihat paling awet! for God's sake! teman saya pasti menyesal sudah membelikan saya.
hhh... saya jadi berpikir mungkin kaki saya punya nyawa dan otak sendiri.. kaki saya seperti mampu berpikir dan melakukan hal-hal yang dia kehendaki tapi selalu merugikan saya. entahlah, apa dia sangat membenci saya ya? apa dia mulai berontak pada saya ya?

dan kalo kamu mau tau lebih jauh.. tadi pagi saya sedikit kesiangan berangkat kantor.. dan dalam perjalanan tersebut semakin lama mulut sepatu saya semakin menganga lebar.. saya jadi kesulitan jalan dan harus berjalan menyeret-nyeret.. orang-orang menatap iba (atau mencela) di pinggir jalan.. sampai akhirnya saya tiba di depan sebuah sekolahan dan ada seorang pedagang lesehan yang memanggil saya untuk mendekat.. dan tiba-tiba.. dia mengeluarkan sebuah lem.. ya teman, dia mengelem mulut sepatu saya... dia menyodorkan sandalnya untuk saya pake sementara dia mengelem hati-hati kedua sepatu saya.. tesss (bunyi air mata menetes di pipi)..

huhu, bapak, seandainya aku halal bagimu, mungkin aku akan memelukmu untuk menunjukkan betapa berterima kasihnya aku kepadamu (lebay mode on).. semoga Allah membalas perbuatanmu..

yah, begitulah teman, sekelumit kisah when love and hate collide versi saya..

** ditulis sambil menatap lemas sepatu yang tiba-tiba lemnya mulai mengelupas.

Senin, 02 Februari 2009

from seductress to heroes...

Diposting oleh anindita di 17.01 5 komentar
Hmm, jadi pada liburan imlek kemaren, wiken saya bener-bener penuh.
Yeah, anak seperti saya yang di waktu kerjanya kadang diisi dengan tidur dan meracau, di saat wiken malah berubah menjadi makhluk supersibuk, mengerikan bukan?
Sigh, i just love holiday too much.

Liburan imlek saya diwarnai dengan gathering angkatan di hari pertama, maen ke rawamangun untuk memperingati hari kepabeanan internasional di hari kedua, dan melakukan hobi mengerikan yang tidak bisa saya sebut disini, selama 5 jam di hari ketiga. Ugh, saya memang belum siap menyebutkan apa yang saya lakukan itu (seperti apa yang dikatakan teman saya: "ris, aku ga mau suatu saat pernikahanku gagal gara-gara calon
suamiku tau aku pernah begitu..") tapi itu bukan perbuatan tercela lo ya.. jadi singkirkan pikiran-pikiran buruk mengenai hal yang saya lakukan.

Hmm.. jadi susah cerita nih kalo kayak gini caranya..

Yah, forget that part. Let's say suatu hari saya dan demn sedang sangat bosan-bosannya, dan berniat melakukan sesuatu yang menyenangkan sepulang sekolah. Tepatnya sih, tanggal 29 januari kemaren, kami mutusin jalan ke kelapa gading, dan karena rasanya muak banget kalo cuma berdua, kami pun mulai melancarkan rayuan-rayuan ke beberapa orang, baik cowok ato cewek. Kayaknya malah hampir semua cowok di angkatan uda pernah ding kami rayu, wuahahaha.. mestinya kami uda dilabelin seductress berpengalaman ya? (istilah ini saya dapet dari kai, thanks to him)

Tapi asemnya semua cowok itu menolak. Hyah, tertawalah kalian!
Kecuali
mas mufit, yang entah kenapa saya baru sadari sebagai teman yang gampangan. Xixixi, saya suka sekali pada teman gampangan. Apa sih yang ga lebih menyenangkan dari orang yang dengan gampangnya mau kalo kita ajak jalan kemana-mana?
Tapi mas mufit ngajuin syarat, gak mau jadi cowok sendiri. Akhirnya kami pontang-panting lagi nyari orang. Setelah gagal merayu teman-teman seangkatan, kami nunggu maghrib di depan kantor dan melirik orang-orang yang berlalu lalang. Well, kalo kamu kehabisan ide merayu orang-orang yang kamu kenal, sesungguhnya cara inilah yang paling ampuh: cari tempat yang biasa dilalui mereka dan rayulah siapapun yang ada di sana. Dan di tempat kayak begitu, kamu gak akan menduga apa yang bisa kamu dapatkan.
Salah satu contoh, saya kepergok salah satu mas seruangan lagi menggombali mas baim dan besoknya sukses jadi bahan cercaan. Dan contoh yang paling menyesakkan, daya tarik saya sebagai wanita kalah sama mas baim. Jadi waktu itu, ada mas galih lewat dan ketika saya rayu-rayu, eh dia malah lebih antusias ngobrol sama mas baim dan buntutnya mereka jalan bareng. Reality bites, everyone..


Maghrib tiba, humm.. uda jelas mas mufit akhirnya ga ikut. Sigh, lupakan sajalah, perjalanan para don juanita di malam yang kelam pun dimulai. Tapi gak disangka, sebelum berangkat, kami menemukan mangsa baru. Hohoho, let's just keep it secret.. Kami bertiga pun akhirnya berjalan-jalan dengan riang, diselingi dengan hujan, dan saat tiba waktu makan malam, kami makan di Soto Ayam Ambengan di kelapa gading.

Dan taraaaaaaaaa! Look what I've found! Ternyata saya gak sia-sia banget kan jalan kesana? I met two of my childhood heroes! Susi susanti dan alan budikusuma! Buat orang-orang yang menolak saya ajak, xixixi, you never guess what you have missed, right?
(aslinya sih cuma pingin mamerin foto ini aja, hihihi)



Jumat, 30 Januari 2009

when it rains...

Diposting oleh anindita di 19.09 0 komentar
Sigh... jakarta lagi ujan. Derasss banget. Dan kejadiannya tu pas saya uda kelar beres-beres, say 'have a nice weekend' to everyone at my office, melangkah riang menuruni tangga sambil bernyanyi-nyanyi, dan mau keluar kantor tiba-tiba.. JGERR! Petir.

Haah.. Haduh haduh. Ada payung sih, tapi kan pulangnya jalan kaki.. dan it takes time about 10-12 minutes buat saya untuk keujanan.. It takes the next 2 hours untuk membuat saya meriang..

Dan 10 menit kemudian saya punya ide cemerlang. Kenapa gak ngedeprok di tempat mas yoga aja?? Woww, ide brilian! Paling gak saya bisa menghabiskan waktu browsing-browsing sebentar, ngobrol-ngobrol sama mas yoga ato mas galih, maen-maen, dan segala macemnya yang siapa tau berujung pada rencana untuk nonton. Jadi saya bernyanyi-nyanyi riang lagi dengan naik lift ke lante 3, mempersiapkan penampilan paling imut untuk berkata "mas yogaa! aku maen disini ya??" dan ternyata.. pintunya uda ditutup. Aarghhh!



Dan akhirnya disinilah saya. Bermain di bagian umum. Minum teh sambil ngliatin bapak-bapak nonton suami-suami takut istri. Memandangi kaset james brown yang baru saya beli di lapak seberang kantor. Memandangi foto saya bersama susi susanti dan alan budikusuma di depan soto ayam ambengan kelapa gading kemaren malem. Menulis tulisan semacam ini untuk mengisi waktu sambil maen spider solitaire. Ffuhhh...


Jumat, 23 Januari 2009

Being seventeen and not feeling any good..

Diposting oleh anindita di 21.20 0 komentar
Dulu kayaknya waktu masi kecil, saya nganggep umur 17 dan 20 taun itu sesuatu yang keren banget. Paling gak, umur 17 itu kita uda bisa punya KTP, SIM, dst dst, dan jadi remaja seutuhnya gitu lo. (plak! menampar pipi sendiri karena menulis kalimat seburuk barusan). Intinya, saya dulu berpikir jadi 17 itu sesuatu yang istimewa, paling gak secara hukum kamu uda diakui jadi warga negara yang mandiri. Apa yang ga hebat dari itu coba? Di masa-masa itu dimana saya masi maen power rangers dan smackdown, kalo uda remaja berarti saya bakal bisa makan-makan di kafe bareng temen (ya, dangkal sekali memang), beli majalah Gadis, dan make lipstick.

Tapi pas uda seumur gini, sigh, ternyata biasa aja ya? Kayaknya di lingkaran umur saya, usia 17 itu uda terjadi waktu saya masi sma, dan saya yang sekarang ini setara dengan usia 25 taun. Mulai dari kuliah aja deh, pagi-pagi saya sudah terbiasa langsung bikin kopi dan baca koran, diiringi bunyi radio panasonic jaman belanda saya yang gede. Kayak bapak-bapak. Hmm, berulang tahun ke-17 di saat anda berada di dunia kerja memang ide buruk. Bukan karena tempatnya gak layak, tapi juga secara pemikiran.. kadang saya merasa saya tidak sedang berulang tahun ke-17. Sigh, saya tidak percaya saya benar-benar menulis keiriin saya pada anak muda jaman sekarang.
 

brisk swish and a new day Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos